Inilah 14 Langkah Belajar Desain Grafis untuk Pemula

Desain grafis menjadi salah satu kemampuan yang sangat diperhitungkan di era digital. Seorang yang menguasai desain grafis tak hanya bisa bekerja menjadi seorang desainer grafis, namun juga memiliki peluang kerja lainnya yang lebih luas mulai dari web designer, hingga social media specialist. Belajar desain grafis dari nol memang cukup sulit, namun bagi kamu yang tertarik dengan dunia seni hal tersebut bukanlah suatu yang sulit dicapai. Untuk memudahkanmu membuat mapping untuk belajar desain grafis, simak 14 langkah belajar desain grafis untuk pemula dalam artikel berikut.
Berikut Langkah-Langkah Belajar Desain Grafis untuk Pemula
Belajar desain grafis bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun. Kamu bisa mengikuti kursus desain grafis atau kuliah di Jurusan Desain Grafis. Namun perlu dipahami, belajar dari nol selalu membutuhkan waktu, usaha, dan komitmen. Oleh sebab itu pastikan untuk menjadi individu yang pantang menyerah. Bagi kamu yang benar-benar tertarik belajar desain grafis, berikut 14 langkah belajar desain grafis untuk pemula yang bisa kamu ikuti:
1. Pilih Software Desain yang Tepat
Langkah penting pertama dalam belajar desain grafis adalah memilih software desain. Ada banyak pilihan software mulai dari Adobe Photoshop, CorelDraw, Illustrator, dan lain sebagainya. Bagi pemula, Canva bisa menjadi pilihan yang tepat karena selain sederhana, juga gratis.
2. Tetapkan Tema Sebelumnya
Setiap sebelum memulai desain, pastikan telah memiliki rencana. Ini penting untuk mencapai efisiensi waktu yang baik.
Selain itu menetapkan tema sebelum mendesain juga berfungsi sebagai fondasi agar selama proses pengerjaan jadi lebih terarah, pesan yang ingin disampaikan tepat sasaran, dan penggunaan elemen visualnya konsisten. Membuat desain tanpa tema bisa membuatmu kehilangan fokus dan berpotensi membingungkan audiens.
3. Memilih Tipografi yang Tepat
Dalam desain, tipografi tidak hanya bertujuan memberikan informasi, namun juga memberi tampilan yang spesifik pada sebuah desain. Pemilihan font yang tepat akan menentukan rasa dari desain yang kamu buat. Setiap jenis font membawa karakteristik dan makna yang berbeda. Oleh sebab itulah font mampu menentukan identitas merek, suasana hati, hingga kenyamanan audiens saat membaca informasi.
4. Pemilihan Warna
Pemilihan warna dalam sebuah desain tidak dilakukan sembarangan melainkan berdasar pada keselarasan warna dan tema. Oleh sebab itu, seorang desainer grafis harus memahami teori warna.
Untuk mencapai harmoni warna dalam seni visual, biasanya ada formula yang digunakan untuk membantu para desainer, seperti warna analogus, warna komplemen, warna monokromatik, dan warna triadic.
5. Memberikan Ruang / White Space
Dalam dunia desain, memberikan ruang atau white space sangatlah penting. White space tidak selalu berwarna putih, white space bisa berwarna lain namun pada dasarnya area ini adalah area kosong. White space penting untuk meningkatkan keterbacaan, memberi ruang bernafas, membantu audiens fokus pada objek yang tepat, serta membuat sebuah desain nampak profesional dan elegan.
6. Gunakanlah Fitur Grid
Grid merupakan garis kisi dan margin yang membantu para desainer dalam mengatur ruang objek secara merata. Singkatnya, grid membuat desain jadi seimbang.
7. Penekanan Titik Fokus
Langkah belajar desain grafis untuk pemula selanjutnya adalah dengan memberi titik fokus. Titik fokus ini akan memudahkan audiens untuk mencerna pesan. Pengaturan titik fokus bukan hal yang mudah karena didalamnya mencakup hirarki visual, penggunaan kontras, hingga aturan skala agar desain tidak membingungkan.
8. Gunakan Garis
Saat mendesain, disarankan menggunakan garis. Garis berfungsi sebagai fondasi dalam mengarahkan mata audiens, membentuk struktur, hingga menciptakan tekstur. Garis yang tebal atau tipis, lurus atau melengkung, padat atau putus-putus. Semua garis ini dapat dimanfaatkan untuk membuat kotak teks, memisahkan blok teks, atau menyelaraskan objek.
9. Perhatikan Kontras
Saat belajar mendesain, kamu juga harus memperhatikan kontras. Dalam desain grafis, kontras bertujuan untuk menarik perhatian audiens dengan cara mempertajam bagian gambar tertentu. Kontras bisa diwujudkan melalui font, warna, skala, bentuk, perataan, dan lain sebagainya.
10. Bereksperimen Dengan Skala
Seorang desainer grafis pemula bisa mencoba bereksperimen dengan skala. Scaling menjadi trik yang ampuh untuk mengarahkan perhatian audiens pada elemen tertentu dalam sebuah karya. Scaling bisa dilakukan dengan mengatur proporsi pada ikon, gambar, atau teks. Teknik ini bisa menjadi trik untuk menyorot objek tanpa harus bermain dengan tipografi atau pencampuran warna.
11. Konsistensi Irama (Rhythm)
Selain beberapa hal diatas, irama adalah salah satu prinsip yang berperan penting dalam desain grafis. Irama atau ritme merupakan pengulangan elemen yang dilakukan secara konsisten untuk menciptakan alur pergerakan pada mata audiens. Konsistensi irama dalam desain grafis membuat tata letak jadi berkesinambungan, terstruktur, dan dinamis.
12. Cari Inspirasi dan Belajar dari Desainer Lain
Bagi seorang desainer grafis, ide dan inspirasi menjadi sesuatu yang sangat mahal. Mencari inspirasi bukanlah hal yang mudah. Namun jika kamu adalah seorang pemula, kamu bisa mulai belajar desain grafis dengan mencari inspirasi dari desainer lain. Kamu bisa mengeksplorasi berbagai teknik, gaya, hingga tren desain terkini dari para desainer. Namun ingat, karya terakhir haruslah karya orisinil yang mencerminkan gayamu sendiri.
13. Jangan Takut untuk Bereksperimen
Menjadi seorang desainer grafis bukanlah hal yang mudah. Jadi jangan takut bereksperimen dengan berbagai ide baru. Kamu bisa mulai dengan menggunakan tekstur yang unik, mengkombinasikan warna yang tidak biasa, atau menciptakan tata letak yang baru. Berbagai eksperimen ini akan membantumu menemukan ciri khas desain milikmu.
14. Tetap Terupdate dengan Tren Desain
Tren desain selalu berubah dengan cepat. Oleh sebab itu sebagai desainer grafis pemula, pastikan untuk selalu update dengan berita terbaru. Ikutilah webinar, hadirilah konferensi desain, atau perbanyak membaca artikel-artikel desain terbaru. Semua hal tersebut efektif untuk memastikan karyamu relevan dengan perkembangan zaman.
Mau Kuliah Jurusan DKV? Yuk Kuliah di SATU University!
Bagi kamu yang ingin belajar desain grafis, kamu bisa kuliah di Jurusan Desain Komunikasi Visual. Saat ini SATU University membuka Jurusan Desain Komunikasi Visual di kampus Bandung. Sebagai member dari BINUS Higher Education, SATU University menawarkan fasilitas yang lengkap dengan kualitas pembelajaran yang berstandar BINUS. Tak hanya itu, SATU University juga menawarkan fleksibilitas perkuliahan yang tinggi dengan dukungan sistem perkuliahan daring dan blended learning. Yuk daftar kuliah di Jurusan DKV SATU University!
Comments :