Belajar teknologi tentu akan terasa lebih menarik ketika mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga dapat langsung mencoba, bereksperimen, dan mengembangkan ide menjadi sebuah proyek nyata.

Untuk mendukung pengalaman belajar tersebut, SATU University menghadirkan NEXUS Lab (Next-Generation Experiential & Unified Studio), sebuah laboratorium terintegrasi yang dirancang untuk mendukung pembelajaran dan pengembangan teknologi modern, mulai dari Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), Computer Vision, Natural Language Processing, hingga berbagai proyek digital dan smart systems. NEXUS Lab juga dikembangkan sebagai ruang eksperimen, riset, dan kolaborasi yang dapat dimanfaatkan dalam kegiatan pembelajaran di SATU University.

Gambar 1. NEXUS Lab SATU University sebagai ruang pembelajaran, eksperimen, dan pengembangan teknologi.

  1. Bukan Sekadar Lab Komputer

NEXUS Lab dirancang sebagai ruang belajar yang memungkinkan mahasiswa lebih dekat dengan teknologi yang digunakan dalam pengembangan berbagai solusi digital.

Laboratorium ini dilengkapi komputer berperforma tinggi untuk menunjang kegiatan praktikum, pengembangan proyek, eksperimen, hingga pembelajaran berbasis komputasi.

Spesifikasi Komputer NEXUS Lab

Berdasarkan perangkat yang saat ini digunakan di NEXUS Lab, spesifikasi komputernya meliputi:

  • Processor: Intel Core i5-14400F
  • CPU Threads: 16 threads
  • GPU: NVIDIA GeForce RTX 5060
  • VRAM: sekitar 8 GB
  • RAM: 16 GB
  • Storage: SSD NVMe 1 TB
  • Motherboard: Gigabyte H610M K DDR4
  • Operating System: Windows 11 Pro 64-bit
  • DirectX: DirectX 12

Intel Core i5-14400F sendiri memiliki total 16 threads dan frekuensi maksimum hingga 4,7 GHz. Sementara GeForce RTX 5060 merupakan bagian dari keluarga GPU NVIDIA berbasis arsitektur Blackwell yang juga menyediakan kemampuan komputasi berbasis AI.

Dengan dukungan perangkat tersebut, mahasiswa memiliki ruang untuk mengembangkan berbagai proyek, mulai dari software development, Artificial Intelligence, Machine Learning, pengolahan data, Computer Vision, hingga aplikasi berbasis visual computing.

Gambar 2. Komputer berperforma tinggi yang tersedia untuk mendukung kegiatan praktikum dan pengembangan proyek di NEXUS Lab.

  1. Belajar AI, IoT, hingga Smart Systems secara Langsung

Yang membuat NEXUS Lab menarik bukan hanya fasilitas komputernya. Berbagai perangkat pendukung juga tersedia untuk kegiatan praktikum dan pengembangan proyek.

Beberapa perangkat yang dapat digunakan antara lain:

  • Raspberry Pi 5
  • Arduino dan Sensor Kit
  • ESP32 dengan Wi-Fi dan Bluetooth
  • Robot Arduino
  • Robotic Arm
  • Webcam
  • Microphone
  • Berbagai sensor dan perangkat IoT

Dalam rancangan NEXUS Lab, perangkat IoT, kamera, dan microphone memang dipersiapkan untuk mendukung eksperimen, penelitian, serta pengembangan proyek seperti Computer Vision dan Natural Language Processing.

Raspberry Pi 5 dapat dimanfaatkan sebagai platform komputasi untuk berbagai eksperimen dan prototyping, sedangkan ESP32 mengintegrasikan konektivitas Wi-Fi dan Bluetooth yang relevan untuk pengembangan perangkat IoT.

Mahasiswa tidak hanya mempelajari bagaimana sebuah teknologi bekerja melalui buku atau presentasi. Mereka dapat langsung mencoba menghubungkan sensor, memprogram perangkat, membaca data, menguji sistem, hingga mengembangkan prototipe.

Gambar 3. Lemari Khusus Perangkat Pendukung NEXUS Lab.

Gambar 4. Perangkat IoT, robotics, Raspberry Pi, sensor, dan development kit sebagai sarana eksperimen mahasiswa di NEXUS Lab.

  1. Dari Coding hingga Membuat Proyek Nyata

Di NEXUS Lab, proses belajar dapat berkembang dari latihan sederhana menjadi proyek yang lebih kompleks.

Mahasiswa dapat memulai dengan menulis program di komputer, kemudian menghubungkannya dengan sensor atau perangkat fisik. Dari sana, sebuah ide dapat dikembangkan menjadi sistem monitoring, robot sederhana, perangkat IoT, aplikasi berbasis Artificial Intelligence, maupun smart system.

Pengalaman seperti ini membantu mahasiswa memahami hubungan antara software, hardware, data, dan kecerdasan buatan dalam sebuah sistem teknologi.

Gambar 5. Aktivitas praktikum menggunakan fasilitas komputer di NEXUS Lab SATU University.

Salah satu contoh aktivitas yang dapat dilakukan adalah penggunaan robot car sebagai media eksperimen. Mahasiswa dapat mengembangkan logika program, mengendalikan perangkat, hingga melihat secara langsung bagaimana kode yang dibuat menghasilkan respons pada perangkat fisik.

Pendekatan seperti ini membuat proses belajar menjadi lebih hands-on: mahasiswa tidak hanya melihat hasil program di layar, tetapi juga dapat melihat bagaimana software berinteraksi dengan perangkat nyata.

 

Gambar 6. Aktivitas pengujian robot car sebagai bagian dari pembelajaran dan eksperimen berbasis IoT dan robotics.

  1. Ruang untuk Eksperimen dan Kolaborasi

NEXUS Lab juga dikembangkan sebagai ruang untuk berkolaborasi.

Fasilitas ini tidak hanya mendukung kebutuhan Computer Science, tetapi dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran, penelitian, pengembangan proyek, maupun kolaborasi lintas program studi.

Sejak perancangannya, NEXUS Lab diposisikan sebagai pusat riset, eksperimen, dan kolaborasi antarprogram studi di lingkungan SATU University.

Kolaborasi lintas bidang menjadi penting karena produk teknologi di dunia nyata jarang dibangun hanya dari satu kemampuan. Sebuah produk digital, misalnya, dapat membutuhkan software development, desain antarmuka, pengolahan data, Artificial Intelligence, hingga pemahaman bisnis.

Dengan lingkungan seperti ini, mahasiswa berkesempatan tidak hanya mengembangkan kemampuan teknis, tetapi juga belajar bekerja dalam tim serta menggabungkan berbagai perspektif untuk menyelesaikan suatu permasalahan.

 

  1. Tempat Belajar Teknologi yang Lebih Hands-On

Salah satu nilai utama NEXUS Lab adalah memberikan pengalaman belajar teknologi yang lebih dekat dengan praktik.

Mahasiswa dapat memanfaatkan fasilitas laboratorium untuk:

  • melakukan programming dan software development;
  • bereksperimen dengan Artificial Intelligence dan Machine Learning;
  • mengembangkan aplikasi Internet of Things;
  • mencoba Computer Vision menggunakan kamera;
  • mengembangkan sistem berbasis sensor;
  • bereksperimen dengan robotic arm dan robot car;
  • mengembangkan prototipe smart system; serta
  • melakukan riset dan pengujian teknologi.

Dengan pengalaman tersebut, pembelajaran tidak berhenti pada pertanyaan “bagaimana teknologi bekerja?”, tetapi berkembang menjadi “bagaimana teknologi ini dapat kita bangun untuk menyelesaikan masalah?”

Gambar 7. Suasana pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi mahasiswa di NEXUS Lab SATU University.

  1. Bisa Juga Dirasakan oleh Siswa SMA/SMK

NEXUS Lab tidak hanya dirancang untuk mendukung kegiatan mahasiswa SATU University.

Laboratorium ini juga dapat menjadi ruang bagi siswa SMA/SMK untuk mengenal pengalaman belajar teknologi di perguruan tinggi melalui kegiatan seperti Trial Class, workshop, maupun kompetisi teknologi.

Dalam rancangan pemanfaatannya, siswa SMA/SMK dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti workshop Internet of Things, pembuatan website, UI/UX, hingga aktivitas digital lainnya. NEXUS Lab juga dirancang sebagai fasilitas yang memungkinkan calon mahasiswa berinteraksi secara langsung dengan teknologi yang digunakan dalam pembelajaran.

Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan informasi tentang dunia perkuliahan melalui brosur atau media sosial, tetapi dapat merasakan sendiri pengalaman belajar dan mencoba teknologi secara langsung.

 

Gambar 8. Kegiatan pengenalan dan praktik teknologi bagi mahasiswa maupun siswa SMA/SMK di NEXUS Lab.

  1. Dari Pengguna Teknologi Menjadi Technology Builder

Bagi mahasiswa Computer Science, fasilitas seperti NEXUS Lab menjadi penting karena teknologi tidak cukup hanya dipahami dan digunakan.

Mahasiswa perlu mendapatkan kesempatan untuk mencoba, membuat, menguji, memperbaiki, dan mengembangkan teknologi tersebut.

Melalui NEXUS Lab, SATU University menghadirkan ruang belajar yang mendukung proses tersebut, mulai dari software development, Artificial Intelligence, Machine Learning, Internet of Things, Computer Vision, Natural Language Processing, robotics, hingga smart systems.

Tujuannya bukan hanya agar mahasiswa mengenal berbagai teknologi terbaru, tetapi juga memperoleh pengalaman membangun sesuatu menggunakan teknologi tersebut.

Gambar 9. NEXUS Lab sebagai ruang untuk belajar, bereksperimen, berkolaborasi, dan membangun solusi teknologi di SATU University.

Belajar Teknologi, Bangun Pengalaman

NEXUS Lab menjadi salah satu ruang di SATU University tempat mahasiswa dapat mengubah rasa ingin tahu menjadi eksperimen, dan eksperimen menjadi sebuah karya.

Di dunia Computer Science, belajar bukan hanya tentang memahami bagaimana teknologi bekerja.

Yang lebih menarik adalah ketika kamu mulai bisa membangunnya sendiri.

 

NEXUS Lab — SATU University
Create. Innovate. Elevate