“Kuliah Manajemen Cuma Presentasi? Ini Fakta yang Jarang Orang Tahu”
Beberapa waktu yang lalu pada saat reuni sekolah angkatan sekian, banyak teman-teman saya yang kebingungan mencari jurusan kuliah untuk anak-anak mereka yang akan menuju jenjang pendidikan Sarjana (S1) . Ketika saya menawarkan untuk kuliah di jurusan Manajemen, tanggapan dan pertanyaan mereka beragam. ”Ah terlalu gampang masuk jurusan manajemen cuma presentasi dan kerja kelompok”. ”Ah kan sekarang kan eranya Artificial Intelegence (AI) semua bakal ganti banyak kerjaan Manusia, emang kuliah di Manajemen masih relevan? ” Tidak sedikit pula orang tua yang menganggap Manajemen sebagai jurusan ”aman”, ”kurang teknis” .

Tapi benarkah hal itu??
Tidak sesederhana itu. Ada beberapa mitos dan fakta terkait Jurusan Manajemen.
MITOS : Kuliah Manajemen itu gampang cuma hafalan dan presentasi.
FAKTA : Manajemen bukan jurusan hafalan, tapi jurusan pengambilan keputusan.
Mahasiswa manajemen dituntut untuk mempelajari ilmu manajemen (sisi manusia/SDM, sisi pemasaran/marketing, sisi operasional, sisi keuangan) di suatu perusahaan ataupun ketika mempunyai tujuan menjadi business owner. Mahasiswa dituntut untuk bisa menganalisa masalah bisnis nyata, menyusun strategi dan mengambil keputusan dengan risiko tertentu. Presentasi hanya alat/media untuk menyampaikan hal-hal terkait analisa bisnis. Yang dinilai dari presentasi itu bukan hanya tampilan yang menarik dan si paling jago bicara, namun seberapa logis, strategis, dan relevan solusi yang ditawarkan. Herbert A. Simon, peraih Nobel bidang ilmu sosial, dalam bukunya Administrative Behaviormenjelaskan bahwa “decision-making is the heart of administration” — pengambilan keputusan adalah inti dari perilaku manajerial dalam organisasi. Artinya, manajemen bukan sekadar hafalan konsep, tapi proses berpikir, memilih alternatif, dan mengambil keputusan yang rasional berdasarkan informasi.
MITOS : Kerja Kelompok Itu Cuma Nebeng Nama
FAKTA : Kerja kelompok di Manajemen adalah simulasi dunia kerja.

Di industri nyata itu tidak ada pekerjaan yang benar-benar individual, diharuskan berkolaborasi lintas karakter, dan diperlukan komunikasi dan tanggung jawab yang krusial. Melalui kerja kelompok mahasiswa dilatih untuk Leadership, Manajemen Konflik dan Pembagian Peran, serta tanggung jawab terhadap target. Inilah soft skills yang paling dicari industri, tapi tidak bisa diajarkan lewat ujian tertulis.
MITOS : Manajemen Itu Terlalu Umum
FAKTA: Justru karena “umum”, Manajemen sangat fleksibel.
Lulusan Manajemen bisa berkarier sebagai: Manajer di perusahaan manapun, ahli dibidang sumber daya manusia sebagai HR Specialist, dapat menganalisa bisnis sebagai Business Analist, Konsultan Bisnis bahkan sebagai Wirausaha (Entrepreneur). Di era perubahan cepat dan AI, perusahaan mencari lulusan yang bisa beradaptasi, bisa belajar lintas bidang, dapat menggunakan tools AI untuk mempermudah pekerjaannya, serta punya dasar berpikir bisnis yang kuat. Dan itu adalah DNA Lulusan Manajemen.
Manajemen berasal dari Bahasa Inggris yaitu manage yang artinya seni mengurus, mengatur, melaksanakan, dan mengelola. Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, kepemimpinan, dan pengendalian upaya anggota organisasi dan penggunaan semua sumber daya organisasi lainnya demi mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Manajemen adalah sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien. Kesimpulannya adalah Ilmu Manajemen adalah Ilmu pengambilan keputusan yang pastinya mempertimbangkan dari berbagai sektor ilmu pengetahuan baik itu secara teknikal, seni desain nya, maupun sisi psikologisnya.
Maka dari itu di Satu University terutama Program Studi Manajemen, dari semester awalpun mahasiswa sudah diajarkan basic nya ilmu manajemen dan dituntut untuk tugas project dari membentuk tim hingga bekerjasama dengan tim tersebut. Mahasiswa awal semester sudah diajarkan bagaimana menjadi Leader dan problem-solver.

Bahkan ada mata kuliah wajib yang menjebatani pembentukan semua hard-skill dan soft-skill yaitu Design Thinking dan Project Kewirausahaan, sebelum nantinya mahasiswa akan memilih spesifik bidang manajemen apa yang mereka tuju menjelang akhir semester kuliah, seperti bidang digital marketing, human resources&people management, business organizational development atau bahkan dapat menciptakan peluang job creator dengan menjadi seorang business owner.
Sumber:
- Book Chapter Herbert A. Simon(1916–2001): Administrative Behavior: a Study of Decision-Making Processes in Administrative Organization
- Griffin, R. W. (2021). Management (13th ed.). Boston: Cengage Learning.
- Stoner, J. A. F., Freeman, R. E., & Gilbert, D. R. (1995). Management (6th ed.). New Jersey: Prentice Hall.Screenshot
Comments :