Industri pariwisata terus bergerak mengikuti perubahan zaman. Jika sebelumnya fokus utama pariwisata adalah menarik kunjungan wisatawan, kini tantangannya jauh lebih kompleks: bagaimana menciptakan pengalaman yang berkelanjutan, aman, dan bernilai tinggi di tengah disrupsi teknologi serta perubahan perilaku wisatawan. Di titik inilah peran manajemen kembali menjadi faktor penentu.

Melanjutkan pembahasan sebelumnya pada https://satu.ac.id/bandung/manajemen/2025/08/27/manajemen-pariwisata-duo-penting-untuk-masa-depan-industri/ tentang pentingnya manajemen sebagai “mesin penggerak” industri pariwisata, artikel ini menyoroti tiga pilar utama yang semakin relevan saat ini, yaitu kolaborasi, inovasi, dan penguatan sumber daya manusia (SDM).

 

Kolaborasi sebagai Strategi Bertahan dan Tumbuh

Pariwisata bukanlah industri yang berdiri sendiri. Hotel, restoran, agen perjalanan, transportasi, hingga UMKM lokal saling terhubung dalam satu ekosistem. Tanpa koordinasi dan relasi yang baik, pengalaman wisatawan akan terasa terfragmentasi.

Manajemen relasi menjadi kunci dalam membangun kolaborasi yang berkelanjutan. Sejalan dengan pandangan Berenguer-Contrí & Roberts-Lombard (2020-an), kepercayaan dan komitmen antar pelaku usaha menjadi fondasi utama dalam menciptakan kemitraan jangka panjang. Kolaborasi yang dikelola dengan baik memungkinkan:

  • Efisiensi operasional antar pelaku industri

  • Peningkatan kualitas layanan wisata

  • Inovasi produk berbasis kebutuhan wisatawan

Dalam konteks ini, manajemen tidak hanya berperan sebagai pengatur, tetapi juga sebagai penghubung antar kepentingan bisnis dan masyarakat lokal.

Inovasi dan Digitalisasi: Menjawab Tantangan Pariwisata Modern

Perkembangan teknologi digital membawa perubahan besar dalam industri pariwisata. Pemanfaatan platform digital, media sosial, hingga kecerdasan buatan (AI) telah mengubah cara destinasi dipromosikan dan dikelola.

Manajemen modern dituntut mampu:

  • Mengintegrasikan teknologi digital dalam pemasaran destinasi

  • Menggunakan data untuk memahami perilaku wisatawan

  • Meningkatkan efisiensi operasional melalui sistem berbasis teknologi

Pic : Welcome Greeting dengan nama tamu pada TV Kamar di Jannevalla Hotel Bandung

Inovasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan agar destinasi pariwisata tetap relevan dan kompetitif di tingkat nasional maupun global.

SDM sebagai Aset Strategis Industri Pariwisata

Di balik kemajuan teknologi dan strategi bisnis, industri pariwisata tetap bergantung pada manusia. Karyawan pariwisata adalah representasi langsung dari kualitas destinasi. Oleh karena itu, pengelolaan SDM menjadi aspek krusial dalam manajemen pariwisata.

Penelitian Medina-Garrido dkk. (2023) menegaskan bahwa dukungan organisasi terhadap keseimbangan kerja dan kehidupan keluarga berdampak positif terhadap kesejahteraan karyawan. Karyawan yang sejahtera cenderung memiliki:

  • Komitmen kerja yang lebih tinggi

  • Kualitas pelayanan yang lebih baik

  • Loyalitas terhadap organisasi

Dengan kata lain, investasi pada kesejahteraan SDM bukan sekadar tanggung jawab sosial, tetapi strategi bisnis jangka panjang.

Manajemen sebagai Penggerak Pariwisata Berkelanjutan

Hubungan antara manajemen dan pariwisata ibarat “otak dan tubuh”. Pariwisata memberikan dinamika dan peluang ekonomi, sementara manajemen memastikan seluruh proses berjalan terarah, adaptif, dan berkelanjutan. Tanpa manajemen yang kuat, industri pariwisata berisiko rapuh menghadapi perubahan.

Dengan pendekatan manajemen modern—mengutamakan kolaborasi, inovasi digital, serta kesejahteraan SDM—industri pariwisata Indonesia memiliki peluang besar untuk tumbuh lebih inklusif dan berdaya saing tinggi di masa depan.

DAFTAR PUSTAKA

Berenguer-Contrí, G., & Roberts-Lombard, M. (2020). Relationship marketing and customer loyalty in the tourism industry. Journal of Relationship Marketing, 19(1), 1–20. https://doi.org/10.1080/15332667.2019.1693962

Medina-Garrido, J. A., Biedma-Ferrer, J. M., & Ramos-Rodríguez, A. R. (2023). Work–family balance, employee well-being, and performance in the tourism sector. Tourism Management Perspectives, 45, 101052. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2022.101052

Silalahi, U., Nugraha, A., & Prasetyo, E. (2025). Manajemen pariwisata berkelanjutan. Bandung: Alfabeta.

UNWTO. (2022). Tourism and digital transformation. World Tourism Organization. https://www.unwto.org/tourism-and-digital-transformation

OECD. (2021). Rebuilding tourism for the future: COVID-19 policy responses and recovery. OECD Publishing. https://www.oecd.org/coronavirus/policy-responses/rebuilding-tourism-for-the-future