Siapa yang tidak mengenal Sari Roti? Produk roti kemasan ini bisa dibilang merajai toko retail modern hingga warung-warung di seluruh area Indonesia. Namun seringkali saat kita melihatnya, banyak tertulis huruf dalam Bahasa Asing yang tampaknya Adalah Bahasa Jepang. Belum lagi desain, hingga jenis-jenis roti mereka, baik roti manis hingga roti tawar semuanya memiliki nama atau desain atau rasa yang berbau ke Jepang-Jepangan. Namun saat ditelaah lebih lanjut, slogan yang mereka tulis di kemasan mereka adalah “Rotinya Indonesia”. Loh, kalau begitu apakah mereka produk asli Indonesia? Ataukah ada hubungan apa dengan negara Jepang? Apakah sekedar mengikuti trend? Berawal dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, sekelompok Mahasiswa melakukan penelitian sederhana dalam proyek mereka di dalam kelas saya.

Rupanya untuk mengetahui jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, kita perlu mempelajari sejarah Sari Roti, jauh sebelum kisah sukses mereka. Sari Roti merupakan merek roti kemasan yang diproduksi oleh PT Nippon Indosari Corpindo Tbk, saat ini mereka merupakan produsen roti massal yang pertama dan terbesar di Indonesia. Nama “Nippon” menunjukkan pengaruh Jepang dalam teknologi dan manajemen kualitas. Keterlibatan perusahaan Jepang dalam Sari Roti (PT Nippon Indosari Corpindo Tbk) dimulai sejak awal pendiriannya tahun 1995 sebagai gabungan dengan Nissho Iwai Corporation dan Shikishima Baking Co. Ltd. Rupanya di tahun tersebut, Sari Roti berawal dari proyek Penamaman Modal Asing atau yang seringkali kita kenal sebagai PMA. PMA merupakan kegiatan investasi bisnis di Indonesia yang dilakukan oleh pihak asing, yang mana dalam konteks Sari Roti, ini merupakan investasi patungan perusahaan dari Jepang dengan modal perusahaan dari dalam negeri.

Hingga kini masih ada keterwakilan negara Jepang dalam perusahaan Indonesia tersebut, misalkan lewat Pasco Shikishima Corporation yang memegang saham signifikan (8.5%), menunjukkan kolaborasi teknologi dan modal Jepang yang fundamental dalam pembentukan dan pertumbuhan Sari Roti sebagai produsen roti massal terbesar di Indonesia. Mereka hingga saat ini menerapkan sistem produksi mengikuti standar Jepang yang efisien dan konsisten untuk setiap lini produk yang mereka miliki.

Cukup menarik bukan? Jika kita pelajari lebih lanjut, pertanyaan-pertanyaan di awal tadi dapat terjawab dengan penerapan konsep Manajemen dalam keseharian. Rupanya memang Sari Roti bukan hanya sekedar ikut trend atau bergaya ke Jepang-Jepangan, mereka memang punya sejarah yang cukup dalam dan menarik dalam hal ini. Namun mereka tetap bangga menjadi produk andalan Indonesia yang dapat diterima di khalayak masyrakat Indonesia modern, terutama dengan konsistensi mereka dalam memegang slogan “Rotinya Indonesia”.

Special thanks to Genie, Stephani, Audrey, dan Harel untuk inspirasi penulisan artikel ini.

Sumber:

Sari Roti Indoensia. (n.d.). Sejarah. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Retrieved January 26, 2026, from https://www.sariroti.com/id

Thomas L. Wheelen J., David Hunger, Alan N. Hoffman, Charles E. Bamford (2018). Strategic Management and Business Policy: Globalization, Innovation and Sustainability. USA: Pearson Education Inc.