Makanan Timur Tengah Bikinan Indonesia Hendak Tembus Pasar Asia Tenggara, Apakah Benar?
Sebagai keturunan setengah Arab, seringkali saya merindukan makanan khas Timur Tengah saat bertugas di Indonesia. Salah satu merek lokal yang saya sangat sukai dikarenakan kualitas dan rasa yang luar biasa adalah BosGil. Pertama menemukan mereka di Tanggerang, saya merasa merek ini “nyeleneh”. Restoran nya ultra modern, harganya cukup tinggi dibanding pesaing sejenis, namun selalu ramai dan viral, ada apa ini sebenarnya? Hingga saya mencoba dan akhirnya mengakui keunggulan mereka. Tidak lama berselang, salah satu kelompok di kelas Management saya melakukan analisa terkait restoran BosGil ini, namun kali ini mereka membawa berita mengejutkan; BosGil menargetkan buka cabang di luar Indonesia! wah, luar biasa sekali ini, di saat bersamaan mereka bertanya apakah ada management tools yang dapat digunakan untuk membantu perusahaan BosGil tersebut, kebetulan sekali karena ini salah satu merek kesayangan saya, mari kita bahas bersama.

Untuk informasi awal, Nasi Mandhi BosGil adalah restoran khas Timur Tengah yang didirikan oleh Asmi Ramadhan, terinspirasi dari trend ramainya restoran nasi kebuli dan briyani di Indonesia. BosGil menghadirkan nasi mandhi yang berbeda karena warnanya lebih putih dengan sentuhan safron dan bumbu yang lebih ringan, sedangkan nasi kebuli cenderung kuning kecokelatan dengan rempah yang kuat. Menu andalan BosGil adalah nasi mandhi ayam panggang tanpa MSG serta paket loyangan untuk keluarga.

Selain menjual di restoran, BosGil menawarkan kemitraan auto pilot, dimana mitra hanya mengawasi karena bahan baku disuplai dari central kitchen di Tangerang. Untuk promosi, BosGil aktif menggunakan Instagram dan TikTok serta mengelola cabang dengan sistem Point of Sale (POS) dan software manajemen stok agar operasional efisien dan laporan keuangan akurat. Meski restoran ini baru berdiri pada 2022 di karawaci Tangerang, dari hanya satu outlet di Karawaci, kini BosGil telah berkembang pesat dengan tujuh outlet yang tersebar di beberapa kota dan direncanakan akan terus bertambah, termasuk mereka berencana akan melakukan ekspansi ke dua negara Asia Tenggara. Per tahun 2025, BosGil berencana untuk melakukan ekspansi ke Brunei dan Malaysia karena menurut BosGil mayoritas muslim disana terbilang banyak.
Untuk management tools yang dapat kita gunakan untuk skenario perusahaan lokal (Indonesia) hendak go global alias menembus pasar luar negeri, kita dapat menggunakan Porter’s Diamond Model. Sebenarnya model ini merupakan perkembangan yang dilakukan oleh Michael Porter pada management tools Five Forces hasil besutan ahli Marketing dunia tersebut, namun unsur pembeda nya adalah terdapat empat (4) konsep pasar utama yang saling berhubungan dan perlu kita lengkapi dalam model tersebut. Keempat konsep tersebut adalah:
- Factor Conditions, berhubungan dengan kondisi negara tujuan dalam kesiapan faktor-faktor produksi, seperti ketersediaan tenaga kerja, infrastruktur dan bahan baku.
- Demand Conditions, mencakup kondisi permintaan produk atau jasa yang terjadi di indusrtri sejenis pada negara tujuan.
- Related & Supporting Industries, membahas kondisi industri pemasok atau industry pendukung sejenis di negara tujuan, seperti ketersediaan pemasok salah satu bahan baku misalkan.
- Firm Strategy, Structure, and Rivalry, membahas kondisi atau prasayarat pendirian perusahaan asing di negara tujuan, termasuk bagaimana kondisi persaingan domestik di negara tujuan untuk bisnis sejenis.
Ada baiknya perusahaan lokal Indonesia yang hendak melakukan penetrasi pasar asing untuk melakukan analisa sederhana ataupun meminta bantuan ahli untuk melakukan menggunakan model sejenis sebelum berangkat ke negara tujuan, agar mimpi untuk mengembangkan produk kebanggaan di negara lain dapat terwujud. Bagaimanapun juga, saat mimpi tersebut terwujud, hal tersebut akan menjadi kebanggaan bersama bagi warga Indonesia, yang produk lokal nya dapat dikenal secara mendunia, karena upaya luar biasa dari UMKM yang membawa produk dan jasa mereka ke kancah internasional ataupun regional.
Special thanks to Naisha, Dinda Ayu, dan Biru untuk informasi serta inspirasi penulisan artikel ini.
Sumber:
Porter, Michael E. (1990-03-01). The Competitive Advantage of Nations. Harvard Business Review. No. March–April 1990. ISSN 0017-8012. Retrieved 2026-02-09.
Thomas L. Wheelen J., David Hunger, Alan N. Hoffman, Charles E. Bamford (2018). Strategic Management and Business Policy: Globalization, Innovation and Sustainability. USA: Pearson Education Inc.
Comments :