Semiotika atau semiology merupakan ilmu yang mempelajari tanda, sistem penanda, serta bagaimana makna dibentuk dan dipahami dalam kehidupan manusia (Grbich, 2013). Dalam konteks yang lebih luas, semiotika mengkaji tanda yang hadir dalam manusia, alam, budaya, maupun media komunikasi. Ilmu ini membantu kita memahami bagaimana makna dibangun melalui bahasa, visual, simbol, serta proses komunikasi dalam masyarakat (Santaella & Nöth, 2021).

Secara etimologis, kata semiotika berasal dari bahasa Yunani, yaitu semeion yang berarti tanda (Sobur, 2016). Dalam perkembangannya, terdapat sejumlah tokoh penting yang berkontribusi dalam kajian semiotika, di antaranya Ferdinand de Saussure, Charles Sanders Peirce, Roland Barthes, Roman Jakobson, Umberto Eco, hingga Jacques Derrida.

Bagi mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV), memahami teori semiotika merupakan fondasi penting. Desainer tidak hanya membuat karya yang menarik secara visual, tetapi juga harus memahami bagaimana elemen visual seperti warna, bentuk, tipografi, komposisi, dan simbol dapat membangun makna tertentu bagi audiens. Dengan memahami semiotika, mahasiswa DKV dapat membaca visual secara lebih kritis sekaligus merancang komunikasi visual yang lebih efektif dan bermakna.

Salah satu penerapan teori semiotika dapat ditemukan dalam analisis poster film. Pada kesempatan ini, Adi Rabbani (DKV B29) mengulas poster film karya anak bangsa berjudul 27 Steps of May menggunakan teori Ferdinand de Saussure. Saussure menjelaskan bahwa tanda terdiri atas dua unsur yang tidak dapat dipisahkan, yaitu signifier dan signified. Signifier adalah bentuk fisik atau material dari tanda, sesuatu yang dapat dilihat, didengar, atau disentuh. Sementara itu, signified adalah konsep mental, gagasan, atau makna yang muncul ketika seseorang mengidentifikasi signifier tersebut. Dengan kata lain, signifier adalah bentuknya, sedangkan signified adalah maknanya.

Film 27 Steps of May dirilis pada 29 April 2019 dan disutradarai oleh Ravi Bharwani, dengan Rayya Makarim dan Wilza Lubis sebagai produser. Film ini memperoleh pencapaian impresif dengan meraih 12 nominasi pada Festival Film Indonesia (FFI) 2019, termasuk kategori Film Cerita Panjang Terbaik.

Film ini mengangkat tema trauma akibat kekerasan seksual, dengan penampilan kuat dari Raihaanun dan Lukman Sardi sebagai karakter utama. Cerita ini juga terinspirasi dari tragedi kerusuhan Mei 1998, di mana banyak perempuan, khususnya dari etnis Tionghoa, menjadi korban kekerasan seksual. Selama 1 jam 52 menit, penonton diajak menyelami hubungan ayah dan anak yang dipenuhi luka, rasa bersalah, dan trauma berkepanjangan.

May, tokoh utama, mengalami kekerasan seksual saat berusia 14 tahun. Peristiwa tersebut membuat dirinya mengurung diri di kamar selama delapan tahun tanpa kontak sosial. Ia berubah dari pribadi yang ceria menjadi sosok pendiam, tanpa ekspresi, bahkan tidak berbicara sepatah kata pun. Sementara itu, sang ayah tenggelam dalam rasa bersalah dan melampiaskan emosinya di ring tinju. Kehidupan mereka mulai berubah ketika muncul celah kecil di dinding kamar May, tempat seorang pesulap misterius hadir dan perlahan membawa warna baru ke dalam hidupnya.

Analisis Poster Film 27 Steps of May dengan Pendekatan Signifier dan Signified dari Teori Saussure:

  1. Karakter May
  • Signifier
    May digambarkan berdiri mengenakan pakaian panjang rapi berwarna pastel pucat, kaus kaki putih, rambut diikat ke atas, serta wajah datar yang menatap tangan yang muncul dari celah dinding.
  • Signified
    May ditampilkan secara penuh untuk menegaskan posisinya sebagai karakter utama. Pilihan warna pastel pucat menunjukkan kondisi emosional yang hambar, kesepian, serta kehampaan hidup. Kerapian pakaian dan rambut yang selalu terikat dapat dimaknai sebagai simbol kontrol berlebih atau kecenderungan perfeksionisme akibat trauma. Ekspresi datarnya menunjukkan keterasingan emosional dan kebingungan terhadap sesuatu yang baru hadir dalam hidupnya.
  1. Celah Dinding dan Tangan yang Muncul
  • Signifier
    Sebuah tangan keluar dari celah besar di dinding sambil mengulurkan koin kepada May. Tangan tersebut mengenakan pakaian lengan panjang berwarna biru kehijauan gelap dan sarung tangan putih.
  • Signified
    Visual tangan yang menembus dinding dapat dimaknai sebagai simbol harapan, ajakan untuk keluar dari trauma, sekaligus kesempatan memulai hidup baru. Koin yang diberikan melambangkan bentuk kepercayaan dan koneksi. Jika dikaitkan dengan narasi film, tangan tersebut diasosiasikan dengan karakter Pesulap. Namun secara simbolis, Pesulap dapat dibaca sebagai representasi harapan internal May sendiri—keinginan bawah sadar untuk pulih dan keluar dari keterpurukan.
  1. Ruangan dan Lampu
  • Signifier
    Ruangan kamar May didominasi warna putih monoton dengan minim objek. Lampu berdiri ditempatkan sejajar dengan posisi May dan menjadi satu-satunya sumber cahaya.
  • Signified
    Ruangan kosong merepresentasikan kondisi psikologis May yang hampa, sunyi, dan terisolasi. Kamar yang awalnya menjadi tempat perlindungan justru berubah menjadi ruang yang mengurung dirinya dalam trauma. Lampu sebagai satu-satunya sumber cahaya melambangkan harapan, kesadaran, dan proses penerimaan diri. Posisi lampu yang sejajar dengan May menunjukkan kesiapan karakter untuk mulai menghadapi realitas dan membuka diri pada kemungkinan pemulihan.
  1. Warna dan Tipografi
  • Signifier
    Tulisan “27 STEPS OF” menggunakan font sans-serif dan ditempatkan terpisah di bagian atas, sementara kata “MAY” menggunakan font signature dengan ukuran lebih dominan. Warna font “MAY” sama dengan warna pakaian tangan yang muncul dari celah, yaitu biru kehijauan gelap. Secara keseluruhan, poster menggunakan dominasi warna pastel pucat.
  • Signified
    Font sans-serif menghadirkan kesan bersih, tegas, dan terstruktur, sementara font signature memberi nuansa personal, mengalir, dan lebih emosional. Dominasi ukuran kata “MAY” menunjukkan bahwa fokus utama narasi berada pada perjalanan psikologis karakter tersebut. Kesamaan warna antara kata “MAY” dan tangan dari celah dinding mengindikasikan adanya keterhubungan makna antara May dan harapan baru yang hadir dalam hidupnya.

 

Kesimpulan

Poster film 27 Steps of May secara visual berhasil merepresentasikan kondisi psikologis karakter utama melalui elemen-elemen sederhana namun penuh makna. Ruangan kosong menjadi simbol hati May yang hampa, sementara celah dinding dan tangan yang muncul berfungsi sebagai metafora hadirnya harapan, kepercayaan, dan kemungkinan pemulihan. Lampu sebagai sumber cahaya memperkuat narasi tentang proses penerimaan dan keberanian untuk perlahan keluar dari trauma.

Melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, poster ini menunjukkan bahwa desain visual bukan hanya soal estetika, tetapi juga medium komunikasi yang mampu menyampaikan pesan emosional dan naratif secara mendalam.

 

Sumber gambar: IMDb. (n.d.). 27 Steps of May. https://www.imdb.com/title/tt9695156/

 

Referensi:

Grbich, C. (2013). Qualitative data analysis. SAGE Publications.

Santaella, L., & Nöth, W. (2021). Introdução à semiótica. Paulus Editora.

Sobur, A. (2016). Semiotika komunikasi. PT Remaja Rosdakarya.