Program Studi Sistem Informasi SATU University Lakukan Benchmarking Kurikulum Bersama PT. Walden Global Service (WGS)

Program Studi Sistem Informasi SATU University menerima kunjungan industri dari PT. Walden Global Service (WGS) dalam rangka kegiatan benchmarking kurikulum pada Kamis, 15 Januari 2026, yang bertempat di Kampus SATU University. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut atas undangan resmi dari Program Studi Sistem Informasi guna memperoleh masukan strategis dalam pengembangan kurikulum baru yang akan diberlakukan bagi mahasiswa Binusian 30 (B30).
Kegiatan benchmarking ini dihadiri oleh Head Mentor PT. WGS, Aditya Kunto Wisnuraharja, serta perwakilan dari Program Studi Sistem Informasi yang dipimpin langsung oleh Head of Program, Yudi Ramdhani. Diskusi berlangsung secara konstruktif dengan fokus pada keselarasan profil lulusan terhadap kebutuhan industri teknologi informasi yang terus berkembang.
Selaras dengan Kebutuhan Industri
Hasil benchmarking menunjukkan bahwa profil lulusan yang telah dirumuskan oleh Program Studi Sistem Informasi pada prinsipnya telah selaras dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, khususnya dalam mendukung pemanfaatan teknologi informasi, pengembangan sistem terintegrasi, serta pengambilan keputusan berbasis data.
Meskipun demikian, PT. WGS memberikan sejumlah masukan strategis untuk memastikan bahwa kompetensi lulusan tetap adaptif terhadap dinamika industri dan perkembangan teknologi terkini. Masukan tersebut menjadi landasan penting dalam penyempurnaan kurikulum yang lebih relevan dan responsif.
Penguatan Kompetensi Artificial Intelligence (AI)
Salah satu poin utama dalam hasil benchmarking adalah pentingnya penguatan kompetensi di bidang Artificial Intelligence (AI). AI dipandang tidak lagi sebagai kompetensi tambahan, melainkan sebagai kebutuhan mendasar dalam ekosistem sistem informasi modern.
Penguatan ini mencakup dua aspek utama, yaitu:
-
Pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam proses analisis dan pengambilan keputusan.
-
Pengembangan solusi berbasis AI dalam perancangan dan implementasi sistem.
Sebagai tindak lanjut, Program Studi Sistem Informasi merencanakan penambahan mata kuliah Artificial Intelligence yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan pemahaman konseptual sekaligus keterampilan implementatif.
Selain itu, akan diperkuat pula materi terkait data annotation sebagai fondasi penting dalam proses pembelajaran model AI. Mahasiswa akan dibekali kemampuan dalam penyiapan, pelabelan, dan pengelolaan data, yang menjadi basis utama bagi sistem AI dalam melakukan proses analisis dan pengambilan keputusan. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mampu menggunakan teknologi AI, tetapi juga memahami bagaimana model AI belajar dari data yang dianotasi di balik layar.
Komitmen Pengembangan Kurikulum Berbasis Industri
Kegiatan benchmarking ini menegaskan komitmen Program Studi Sistem Informasi SATU University dalam membangun kurikulum yang adaptif, berbasis kebutuhan industri, serta berorientasi pada kompetensi masa depan. Kolaborasi dengan mitra industri seperti PT. WGS diharapkan mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap berkontribusi dalam pengembangan solusi teknologi yang inovatif dan berkelanjutan.
Karena dunia industri bergerak cepat. Dan kurikulum yang diam terlalu lama biasanya hanya menghasilkan lulusan yang ketinggalan zaman. Untungnya, yang ini tidak.
Melalui kegiatan benchmarking ini, Program Studi Sistem Informasi SATU University semakin menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi dan beradaptasi dengan kebutuhan industri. Sinergi antara akademisi dan praktisi menjadi langkah strategis dalam memastikan bahwa kurikulum yang dirancang tidak hanya relevan secara teoritis, tetapi juga aplikatif dan berdampak nyata di dunia kerja.
Masukan dari PT. Walden Global Service (WGS) menjadi referensi penting dalam penyempurnaan kurikulum Binusian 30 (B30), khususnya dalam penguatan kompetensi berbasis Artificial Intelligence dan pengelolaan data sebagai fondasi pengambilan keputusan modern.
Ke depan, Program Studi Sistem Informasi SATU University akan terus membuka ruang kolaborasi dengan mitra industri guna menjaga kualitas pembelajaran dan menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, serta siap menghadapi tantangan transformasi digital di berbagai sektor.
Comments :