Apresiasi untuk Apin Abdul Hakim: Karya Mahasiswa SATU University Diterima di IC2IE 2026
Apresiasi untuk Apin Abdul Hakim: Karya Mahasiswa SATU University Diterima di IC2IE 2026
Belum lulus kuliah, masih menjalani internship, tapi sudah punya karya yang mendapat rekognisi di konferensi internasional. Selamat dan terima kasih untuk Apin Abdul Hakim atas pencapaian kerennya!
Kabar membanggakan datang dari mahasiswa Binusian 27 Sistem Informasi SATU University, Apin Abdul Hakim. Artikel ilmiah yang ditulisnya dengan judul “Intelligent Regression Modeling for Electrical Power Output Prediction in Combined Cycle Power Plants” berhasil diterima untuk dipresentasikan pada 9th International Conference of Computer and Informatics Engineering (IC2IE 2026).
Pencapaian ini menjadi semakin menarik karena Apin saat ini masih berstatus sebagai mahasiswa aktif dan sedang menjalani program internship. Di tengah aktivitas kuliah dan pengalaman langsung di dunia industri, Apin berhasil membawa hasil pembelajarannya ke level berikutnya: menjadi sebuah penelitian ilmiah yang diterima dalam forum internasional.
Dari Data hingga Prediksi Produksi Energi
Penelitian yang dilakukan Apin membahas bagaimana machine learning dapat digunakan untuk memperkirakan jumlah daya listrik atau electrical power output yang dihasilkan oleh Combined Cycle Power Plant (CCPP).
Penelitian ini menggunakan dataset operasional yang berisi 9.568 observasi dengan empat variabel input. Data tersebut kemudian digunakan untuk membangun dan membandingkan beberapa model regresi menggunakan berbagai algoritma machine learning.
Ada lima pendekatan yang dibandingkan dalam penelitian ini, yaitu Linear Regression, Generalized Linear Model (GLM), Neural Network, Deep Learning Regression, dan k-Nearest Neighbors (k-NN) Regression.
Supaya perbandingannya tidak sekadar melihat model mana yang “kelihatannya bagus”, setiap model dievaluasi menggunakan dua strategi validasi, yaitu split validation dan k-fold cross-validation. Performa model kemudian diukur menggunakan beberapa metrik kesalahan seperti Root Mean Squared Error (RMSE), Mean Absolute Error (MAE), dan Mean Squared Error (MSE).
Hasil eksperimennya menunjukkan hal yang cukup menarik. Dari berbagai algoritma yang diuji, k-Nearest Neighbors (k-NN) secara konsisten memberikan performa terbaik dalam berbagai skenario pengujian.
Penelitian ini juga melakukan hyperparameter optimization menggunakan grid search. Hasilnya, proses optimasi tersebut mampu meningkatkan akurasi model dengan menghasilkan penurunan nilai error yang konsisten.
Secara sederhana, penelitian Apin menunjukkan bahwa pemilihan algoritma saja belum cukup. Kombinasi antara algoritma yang tepat, metode validasi yang baik, serta optimasi parameter dapat menghasilkan model prediksi yang lebih reliabel, terutama ketika berhadapan dengan karakteristik sistem yang memiliki hubungan data non-linear seperti pada CCPP.
Semuanya Berawal dari Mata Kuliah
Yang membuat cerita penelitian ini semakin menarik, artikel tersebut bukan berawal dari proyek penelitian besar dengan laboratorium supercanggih dan layar penuh kode ala film. Awalnya justru dari proses pembelajaran di kelas.
Penelitian Apin merupakan salah satu luaran dari mata kuliah Current Technology Information System di Program Studi Sistem Informasi SATU University.
Dalam mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari salah satu teknologi yang banyak digunakan dalam pengolahan data, yaitu data mining.
Data mining merupakan proses untuk menemukan pola, hubungan, atau informasi yang bernilai dari sekumpulan data. Jadi, mahasiswa tidak berhenti pada tahap memiliki data atau membuat grafik saja, tetapi belajar bagaimana data dapat dianalisis sehingga menghasilkan pengetahuan yang dapat digunakan untuk membantu pengambilan keputusan maupun membuat prediksi.
Pada proses pembelajarannya, mahasiswa menggunakan RapidMiner untuk mempelajari dan membangun workflow data mining. Dengan pendekatan visual yang dimiliki RapidMiner, mahasiswa dapat memahami tahapan pengolahan data mulai dari menyiapkan dataset, melakukan preprocessing, memilih algoritma, membangun model, melakukan validasi, hingga mengevaluasi hasil model.
Dibawah bimbinganya Pak Yudi Ramdhani, Apin kemudian mengembangkan eksperimennya lebih jauh. Tidak hanya mencoba satu algoritma, ia membandingkan beberapa pendekatan regresi, menerapkan strategi validasi yang berbeda, serta melakukan optimasi hyperparameter.
Sebuah tugas kuliah pun berkembang menjadi penelitian. Dan penelitian itu kini berkembang lagi menjadi artikel ilmiah yang mendapat tempat di konferensi internasional.
Bersiap Presentasi di IC2IE 2026
Artikel Apin akan menjadi bagian dari 9th International Conference of Computer and Informatics Engineering atau IC2IE 2026, sebuah konferensi internasional tahunan di bidang computer and informatics engineering yang telah diselenggarakan sejak 2018. IC2IE menjadi ruang pertemuan bagi peneliti, akademisi, praktisi, dan penggiat teknologi untuk mempresentasikan hasil penelitian serta berdiskusi mengenai perkembangan terbaru di bidang komputasi dan informatika.
IC2IE 2026 dijadwalkan berlangsung pada 10 September 2026 di Depok, Indonesia, dengan format hybrid conference. Sekretariat konferensi berada di Politeknik Negeri Jakarta (PNJ), dengan jajaran organizing committee yang melibatkan akademisi dari PNJ.
Tahun ini, IC2IE mengangkat tema “Deepfake and Synthetic Media: Multimedia Technologies for Personal Data Security, Trust, and Digital Integrity.” Tema tersebut menyoroti perkembangan pesat Artificial Intelligence, khususnya generative AI dan synthetic media, beserta peluang dan berbagai tantangan baru yang muncul terkait keamanan data pribadi, privasi, manipulasi identitas, disinformasi, serta kepercayaan terhadap media digital.
Ruang lingkup konferensi juga cukup luas, mulai dari Artificial Intelligence, Pattern Recognition, Knowledge Data Discovery, Soft Computing and Intelligent Systems, Internet of Things, Human-Computer Interaction, Cloud Computing, Digital Forensics, hingga berbagai bidang pengolahan sinyal dan multimedia.
IC2IE sendiri bukan forum yang baru muncul kemarin sore. Konferensi ini telah berjalan secara rutin sejak 2018, dan prosiding dari sejumlah penyelenggaraan sebelumnya telah dipublikasikan melalui IEEE Xplore. Situs resmi IC2IE juga mencatat bahwa konferensi sebelumnya mendapat technical sponsorship dari IEEE Indonesia Section dan prosidingnya terindeks Scopus.
Melalui diterimanya artikel ini, Apin tidak hanya memperoleh kesempatan untuk mempublikasikan hasil penelitiannya, tetapi juga berkesempatan menjadi presenter dan memaparkan penelitiannya di hadapan peserta seminar internasional.
Buat mahasiswa yang bahkan masih menjalani internship, pengalaman seperti ini jelas bukan item kecil untuk ditambahkan ke CV. Ini adalah pengalaman berhadapan langsung dengan proses penelitian, penulisan artikel ilmiah, review, hingga komunikasi ilmiah kepada komunitas akademik yang lebih luas.
Belum Lulus, tapi Karyanya Sudah Melangkah ke Level Internasional
Di SATU University, proses belajar tidak harus menunggu mahasiswa berada di semester terakhir untuk mulai menghasilkan karya.
Mahasiswa didorong untuk menjadikan apa yang dipelajari di kelas sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan lebih jauh. Tugas kuliah tidak harus berhenti menjadi file yang dikumpulkan di LMS, mendapat nilai, lalu perlahan terlupakan di folder bernama Tugas_Final_FIX_Beneran_Final.
Karya tersebut bisa berkembang menjadi prototype, aplikasi, analisis data, penelitian, bahkan artikel ilmiah yang mendapatkan rekognisi lebih luas.
Pencapaian Apin menjadi salah satu contohnya.
Belum menyelesaikan studinya, masih menjalani internship, tetapi sudah mampu menghasilkan karya akademik yang diterima untuk dipresentasikan dalam forum internasional.
Hal ini menunjukkan bahwa pengalaman kuliah dapat berjalan beriringan dengan pengalaman industri dan aktivitas penelitian. Mahasiswa tidak hanya dipersiapkan untuk memperoleh gelar setelah lulus, tetapi juga didorong untuk mulai membangun pengalaman, portofolio, dan rekam jejak profesional sejak masih berada di bangku kuliah.
Terima Kasih, Apin!
Selamat dan terima kasih untuk Apin Abdul Hakim yang sudah membawa hasil pembelajaran dari ruang kelas menuju panggung akademik internasional.
Semoga pencapaian ini menjadi awal dari lebih banyak karya, penelitian, dan pengalaman baru ke depannya. Semoga juga perjalanan Apin bisa menjadi penyemangat bagi mahasiswa lainnya bahwa sebuah tugas kuliah bisa berkembang jauh melampaui nilai di akhir semester ketika dikerjakan dengan rasa ingin tahu dan keberanian untuk terus mengeksplorasi.
From classroom project to international conference.
Sekali lagi, selamat untuk Apin Abdul Hakim. Sampai bertemu di panggung IC2IE 2026!

Comments :