Program Studi Sistem Informasi SATU University kembali mencatatkan capaian membanggakan pada Semester Genap Tahun Akademik 2024/2025. Seluruh mahasiswa Binusian 27 (B27) yang memilih Enrichment Track Internship resmi diterima 100% di perusahaan nasional yang relevan dengan bidang studinya.

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa kompetensi yang dibangun selama proses pembelajaran mampu menjawab kebutuhan industri secara langsung.

Empat Mahasiswa, Empat Perusahaan Nasional

Adapun mahasiswa Program Studi Sistem Informasi yang mengikuti program Internship adalah:

  • Muhammad Zharfan – Web Developer di Sangnila Arts Academy

  • Syaira Nazwa – Product Development di Tularasa (Tularasa.id)

  • Insan Fadillah Azzahra – UI/UX di PT. Walden Global Service

  • Apin Abdul Hakim – UI/UX di PT. ELO Digital Office Indonesia

Keempat mahasiswa tersebut akan menjalani program magang sebagai bagian dari Internship Program yang merupakan salah satu dari tiga Enrichment Track wajib di SATU University pada semester 6 dan 7.

Internship sebagai Jembatan Dunia Akademik dan Industri

Internship Program dirancang untuk memberikan pengalaman profesional nyata kepada mahasiswa, sehingga mereka tidak hanya memahami konsep dan teori di ruang kelas, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam lingkungan kerja yang sesungguhnya.

Penempatan mahasiswa pada posisi seperti Web Developer, Product Development, dan UI/UX menunjukkan bahwa kurikulum Sistem Informasi SATU University telah membekali mahasiswa dengan kompetensi teknis yang relevan dengan kebutuhan industri digital saat ini.

Komitmen pada Kualitas dan Relevansi

Keberhasilan 100% penerimaan ini bukan sekadar angka, melainkan refleksi dari kesiapan mahasiswa serta keselarasan kurikulum dengan tuntutan dunia kerja. Program Studi Sistem Informasi terus berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan mitra industri guna memastikan setiap lulusan memiliki daya saing dan kesiapan profesional.

Dengan capaian ini, mahasiswa Binusian 27 resmi melangkah ke fase pembelajaran berikutnya: belajar langsung dari industri, menghadapi tantangan nyata, dan membuktikan kompetensi yang telah mereka bangun selama perkuliahan.

Karena pada akhirnya, kualitas lulusan tidak hanya diukur dari IPK, tetapi dari kepercayaan industri yang bersedia membuka pintu bagi mereka.