Selamat datang di segmen Retro Coding Chronicles dari Program Studi Sistem Informasi SATU University! Di segmen ini, kami akan membahas bahasa pemrograman klasik yang menjadi pondasi dari teknologi yang kita nikmati hari ini. Pada kesempatan kali ini, kita akan mengupas tuntas COBOL, bahasa pemrograman yang sering disebut sebagai legenda di dunia pemrograman bisnis.

Apa Itu COBOL?

COBOL (Common Business-Oriented Language) adalah bahasa pemrograman yang dirancang khusus untuk kebutuhan bisnis, keuangan, dan administrasi. Bahasa ini pertama kali dikembangkan pada tahun 1959 dengan tujuan menciptakan bahasa pemrograman yang dapat digunakan di berbagai jenis komputer untuk aplikasi bisnis. Hingga kini, COBOL masih digunakan oleh banyak perusahaan besar, terutama di sektor perbankan, asuransi, dan pemerintahan.

Sejarah Singkat COBOL

COBOL lahir dari upaya bersama Departemen Pertahanan Amerika Serikat dan para pakar industri untuk menciptakan bahasa pemrograman yang mudah dibaca dan dipahami oleh orang non-teknis. Bahasa ini dikembangkan oleh CODASYL (Conference on Data Systems Languages), dengan kontribusi besar dari Grace Hopper, seorang ilmuwan komputer yang dikenal sebagai pelopor dalam bidang pemrograman.

Sejak pertama kali diperkenalkan, COBOL mengalami beberapa pembaruan, termasuk COBOL-85 dan COBOL 2002 yang menambahkan fitur pemrograman berorientasi objek.

Mengapa COBOL Masih Bertahan?

Meskipun banyak bahasa pemrograman modern bermunculan, COBOL masih bertahan karena beberapa alasan utama:

  1. Digunakan dalam sistem kritis – Banyak bank dan perusahaan besar masih mengandalkan COBOL untuk menjalankan sistem mereka.
  2. Stabilitas dan keandalan – COBOL dirancang untuk menangani data dalam jumlah besar dengan tingkat akurasi yang tinggi.
  3. Kemudahan membaca kode – COBOL memiliki sintaks yang mirip dengan bahasa Inggris, membuatnya lebih mudah dipahami oleh non-programmer.

Kelebihan dan Kekurangan COBOL

Kelebihan:

✔ Stabil dan dapat diandalkan untuk aplikasi bisnis besar.

✔ Mudah dipahami karena sintaksnya menyerupai bahasa Inggris.

✔ Masih digunakan di banyak sistem legacy di berbagai industri.

Kekurangan:

✖ Tidak fleksibel untuk pengembangan aplikasi modern.

✖ Kurangnya programmer muda yang tertarik mempelajari COBOL.

✖ Proses debugging dan pengembangan yang lebih lambat dibandingkan bahasa modern.

Contoh Program “Hello World” dalam COBOL

Berikut adalah contoh sederhana kode program Hello World menggunakan bahasa pemrograman COBOL:

IDENTIFICATION DIVISION.

PROGRAM-ID. HELLO-WORLD.

PROCEDURE DIVISION.

DISPLAY “Selamat Datang di Retro Coding Chronicles SATU University”.

STOP RUN.

Penjelasan Singkat Kode:

  • IDENTIFICATION DIVISION. → Bagian yang mendefinisikan nama program.
  • PROGRAM-ID. HELLO-WORLD. → Menentukan ID dari program.
  • PROCEDURE DIVISION. → Tempat di mana instruksi eksekusi dituliskan.
  • DISPLAY “text”. → Menampilkan teks yang diinginkan di layar.
  • STOP RUN. → Menghentikan eksekusi program.

Kesimpulan

Meskipun COBOL bukan bahasa pemrograman yang paling populer saat ini, keberadaannya masih sangat penting dalam dunia bisnis dan keuangan. Dengan semakin meningkatnya kebutuhan untuk memodernisasi sistem berbasis COBOL, ada peluang besar bagi programmer yang ingin memahami dan bekerja dengan bahasa klasik ini.

🚀 Tertarik belajar tentang teknologi dan bahasa pemrograman?

Apakah kamu tertarik untuk mempelajari lebih dalam tentang bahasa pemrograman klasik lainnya? Ikuti terus segmen Retro Coding Chronicles di website Program Studi Sistem Informasi SATU University!

🚀Mari bergabung dan jadi bagian dari generasi inovator berikutnya!