{"id":757,"date":"2026-10-20T08:17:34","date_gmt":"2026-10-20T08:17:34","guid":{"rendered":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/?p=757"},"modified":"2026-10-16T08:23:29","modified_gmt":"2026-10-16T08:23:29","slug":"scroll-terus-puas-nggak-pernah-apa-yang-sebenarnya-kita-cari-di-media-sosial","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/2026\/10\/20\/scroll-terus-puas-nggak-pernah-apa-yang-sebenarnya-kita-cari-di-media-sosial\/","title":{"rendered":"Scroll Terus, Puas Nggak Pernah: Apa yang Sebenarnya Kita Cari di Media Sosial?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\">Pernahkah Anda membuka media sosial hanya untuk melihat satu unggahan, tetapi tanpa terasa sudah menghabiskan waktu cukup lama? Awalnya hanya ingin mencari hiburan, melihat kabar teman, atau mengisi waktu luang. Namun, setelah berpindah dari satu konten ke konten lainnya, rasanya masih ingin terus melihat apa yang muncul berikutnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kebiasaan ini mungkin terasa biasa karena media sosial sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Namun, pernahkah kita bertanya, mengapa begitu sulit berhenti <em>scrolling<\/em>, bahkan ketika konten yang dilihat sudah tidak terlalu menarik?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Mengapa Kita Sulit Berhenti Scrolling?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Media sosial menyediakan berbagai konten yang dapat diakses dengan cepat, mulai dari video lucu, informasi terbaru, hingga kehidupan orang lain. Setiap kali menggulir layar, kita berkesempatan menemukan sesuatu yang baru dan menarik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dari sudut pandang psikologi, perilaku ini dapat berkaitan dengan pembentukan kebiasaan (<em>habit formation<\/em>) dan keinginan memperoleh kepuasan secara langsung. Ketika membuka media sosial menjadi aktivitas yang sering dilakukan, seseorang dapat terbiasa melakukannya secara otomatis, bahkan tanpa tujuan yang jelas.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penelitian mengenai pengendalian diri dalam penggunaan media sosial menunjukkan bahwa kebiasaan memeriksa media sosial (<em>habitual checking<\/em>), kemudahan akses, dan gangguan notifikasi berkaitan dengan kesulitan seseorang mengendalikan penggunaannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Artinya, keinginan untuk terus membuka media sosial tidak selalu muncul karena kita benar-benar membutuhkan informasi baru. Terkadang, aktivitas tersebut sudah menjadi kebiasaan yang dilakukan hampir tanpa disadari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Ketika Hiburan Berubah Menjadi Perbandingan Sosial<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Selain mencari hiburan, media sosial juga menjadi tempat untuk melihat aktivitas dan pencapaian orang lain. Kita dapat dengan mudah menemukan unggahan tentang prestasi akademik, pekerjaan, perjalanan, hingga kehidupan pribadi seseorang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tanpa disadari, informasi tersebut dapat mendorong kita membandingkan kehidupan sendiri dengan kehidupan orang lain. Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai <em>social comparison<\/em> atau perbandingan sosial.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Perbandingan sosial tidak selalu berdampak negatif. Melihat pencapaian orang lain terkadang dapat memberikan inspirasi dan motivasi. Namun, ketika seseorang terus membandingkan dirinya dengan gambaran kehidupan yang terlihat lebih ideal di media sosial, perasaan tidak puas terhadap diri sendiri dapat muncul.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penelitian Marciano dan rekan-rekannya (2024) menemukan bahwa perbandingan sosial di media sosial berkaitan dengan tingkat kesejahteraan psikologis positif yang lebih rendah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Hal ini mengingatkan kita bahwa konten yang terlihat di media sosial belum tentu menggambarkan keseluruhan kehidupan seseorang. Apa yang kita lihat sering kali hanya sebagian kecil dari pengalaman yang dipilih untuk dibagikan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Apakah Scrolling Selalu Berdampak Buruk?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Tidak semua aktivitas <em>scrolling<\/em> memberikan dampak negatif. Media sosial juga dapat menjadi sarana memperoleh informasi, menemukan komunitas, mempertahankan hubungan sosial, dan mencari hiburan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Penelitian Godard dan Holtzman (2024), yang menganalisis 141 studi, menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan media sosial secara aktif maupun pasif dengan kesejahteraan psikologis ternyata cukup kompleks. Sebagian besar hubungan yang ditemukan relatif kecil, dan dampaknya dapat berbeda bergantung pada konteks penggunaan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Dengan demikian, persoalannya bukan sekadar berapa lama seseorang menggunakan media sosial, tetapi juga bagaimana dan untuk tujuan apa media sosial digunakan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Menghabiskan waktu untuk mempelajari keterampilan baru atau berkomunikasi dengan teman tentu merupakan pengalaman yang berbeda dengan terus menggulir layar tanpa tujuan hingga mengabaikan aktivitas penting.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Bagaimana Menggunakan Media Sosial dengan Lebih Sadar?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengurangi kebiasaan <em>scrolling<\/em> berlebihan bukan berarti harus berhenti menggunakan media sosial sepenuhnya. Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan digital yang sehat dan terarah.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong> Tentukan tujuan sebelum membuka media sosial.<\/strong> Tanyakan kepada diri sendiri apakah ingin mencari informasi, berkomunikasi, atau sekadar mencari hiburan.<\/li>\n<li><strong> Kenali kebiasaan scrolling tanpa sadar.<\/strong> Perhatikan kapan Anda paling sering membuka media sosial, misalnya saat bosan, lelah, atau sedang menghindari pekerjaan.<\/li>\n<li><strong> Atur batas waktu penggunaan.<\/strong> Menentukan durasi penggunaan dapat membantu kita lebih menyadari waktu yang dihabiskan di media sosial.<\/li>\n<li><strong> Kurangi notifikasi yang tidak diperlukan.<\/strong> Notifikasi dapat mengalihkan perhatian dan mendorong kebiasaan memeriksa ponsel berulang kali.<\/li>\n<li><strong> Pilih konten yang memberikan manfaat.<\/strong> Mengikuti akun yang informatif, inspiratif, atau sesuai minat dapat membuat pengalaman bermedia sosial lebih bermakna.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Scroll Secukupnya, Nikmati Kehidupan Nyatanya<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Media sosial memang menawarkan hiburan dan informasi yang hampir tidak ada habisnya. Namun, banyaknya konten yang tersedia tidak selalu berarti kita akan merasa semakin puas setelah melihatnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada akhirnya, yang perlu diperhatikan bukan hanya seberapa sering kita membuka media sosial, melainkan apakah aktivitas tersebut memberikan manfaat atau justru mengganggu hal-hal penting dalam kehidupan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Sebab, terkadang yang kita butuhkan bukan konten berikutnya, melainkan kesempatan untuk berhenti sejenak dan menikmati apa yang sedang terjadi di sekitar kita.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Referensi<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Godard, R., &amp; Holtzman, S. (2024). Are active and passive social media use related to mental health, wellbeing, and social support outcomes? A meta-analysis of 141 studies. <em>Journal of Computer-Mediated Communication, 29<\/em>(1), zmad055. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1093\/jcmc\/zmad055\">https:\/\/doi.org\/10.1093\/jcmc\/zmad055<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Marciano, L., Lin, J., Sato, T., Saboor, S., &amp; Viswanath, K. (2024). Does social media use make us happy? A meta-analysis on social media and positive well-being outcomes. <em>SSM &#8211; Mental Health, 6<\/em>, 100331. <a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ssmmh.2024.100331\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.ssmmh.2024.100331<\/a><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pernahkah Anda membuka media sosial hanya untuk melihat satu unggahan, tetapi tanpa terasa sudah menghabiskan waktu cukup lama? Awalnya hanya ingin mencari hiburan, melihat kabar teman, atau mengisi waktu luang. Namun, setelah berpindah dari satu konten ke konten lainnya, rasanya masih ingin terus melihat apa yang muncul berikutnya. Kebiasaan ini mungkin terasa biasa karena media [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":758,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-757","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/757","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=757"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/757\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":759,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/757\/revisions\/759"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/758"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=757"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=757"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=757"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}