{"id":735,"date":"2026-09-17T08:49:26","date_gmt":"2026-09-17T08:49:26","guid":{"rendered":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/?p=735"},"modified":"2026-09-17T08:49:26","modified_gmt":"2026-09-17T08:49:26","slug":"mengapa-kita-suka-menunda","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/2026\/09\/17\/mengapa-kita-suka-menunda\/","title":{"rendered":"Mengapa Kita Suka Menunda?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><strong>Mengapa Kita Suka Menunda? <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Mengenal Prokrastinasi dalam Pendidikan<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\u201cDeadline<em>-nya masih seminggu lagi, nanti saja <\/em>deh<em> mengerjakannya.<\/em>\u201d<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kalimat sederhana yang mungkin pernah diucapkan oleh diri sendiri. Tugas sudah diberikan beberapa hari lalu, bahkan mungkin seminggu atau sebulan yang lalu, tapi kita malah melakukan <em>doomscroll <\/em>media sosial, menonton film, atau melakukan hal lain yang sama sekali tidak membantu penyelesaian tugas. Sampai akhirnya, <em>deadline <\/em>sudah didepan mata dan tugas dikerjakan secepat mungkin dalam semalam.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Fenomena ini dikenal sebagai <strong>prokrastinasi<\/strong>.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Prokrastinasi tidak sesederhana menunda tugas saja. Dalam psikologi, prokrastinasi merujuk pada <strong>penundaan mengerjakan suatu tugas sampai kemungkinan untuk berhasil hampir tidak ada<\/strong>. Lebih lengkapnya lagi, prokrastinasi adalah kecenderungan untuk secara sengaja dan tidak perlu menunda sesuatu yang sebenarnya penting bagi diri kita, meskipun kita menyadari adanya konsekuensi negatif dan merasa tidak nyaman karena penundaan tersebut.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Seseorang yang melakukan prokrastinasi belum tentu tidak peduli terhadap tugasnya. Ia bisa saja ingin menyelesaikan tugas, namun mengalami kesulitan mengubah niatnya untuk mengerjakan menjadi tindakan nyata.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ada beberapa hal yang dapat membuat kita lebih memilih untuk menunda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Pertama, karena tugas terasa membutuhkan usaha yang terlalu besar. <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kita kemungkinan menunda pengerjaan tugas ketika merasa waktu dan energi yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas tidak sebanding dengan manfaat yang diperoleh.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Kedua, karena tugas dikaitkan dengan perasaan negatif. <\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Ketika suatu aktivitas sering menimbulkan frustrasi, bosan atau perasaan tidak menyenangkan, seseorang dapat terdorong untuk menghindarinya dengan cara menunda.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Ketiga, karena tugas \u2018bersaing\u2019 dengan aktivitas lain yang lebih menarik.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Seseorang mungkin bukan menganggap tugas itu tidak penting, namun ada aktivitas lain yang juga dianggap berharga atau lebih menyenangkan. Akibatnya, tugas ditunda untuk melakukan aktivitas yang lebih diinginkan saat itu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>Terakhir, takut gagal.<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kekhawatiran akan mendapatkan hasil yang buruk atau tidak sesuai dengan ekspektasi dapat membuat seseorang menghindari tugas. Dalam penelitian terhadap mahasiswa pendidikan tinggi di Indonesia, rasa takut akan kegagalan juga ditemukan berkaitan dengan prokrastinasi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\">Lalu, apa yang bisa kita lakukan?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Kita tidak harus langsung mengubah seluruh kebiasaan belajar. Cobalah mulai dari hal sederhana.<\/p>\n<ol style=\"text-align: justify\">\n<li><strong>Pecah tugas menjadi langkah kecil. <\/strong>Hindari langsung mengerjakan tugas besar sekaligus, namun mulailah dengan menyelesaikan tugas-tugas kecil yang membantu penyelesaian tugas secara keseluruhan, atau mulai dengan 1-2 paragraf terlebih dahulu.<\/li>\n<li><strong>Tentukan target.<\/strong> Tentukan tujuan dan perkiraan waktu yang dibutuhkan.<\/li>\n<li><strong>Kenali emosi yang muncul.<\/strong> Rasa bosan, frustrasi atau kesulitan sangatlah wajar jika muncul saat pengerjaan tugas. Akan tetapi, jika kita dapat mengenalinya dengan baik, maka kita dapat mengelolanya dengan baik.<\/li>\n<li><strong>Kurangi distraksi. <\/strong>Jauhkan <em>gadget <\/em>dan matikan notifikasi ketika mulai belajar atau mengerjakan tugas.<\/li>\n<li><strong>Mulai mengerjakan tanpa menunggu rasa siap.<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong>Pada akhirnya, memahami prokrastinasi bukan hanya mempertanyakan mengapa rasa malas bisa muncul pada setiap orang. Akan tetapi, <strong>apa yang membuat seseorang sulit untuk memulai?<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>\u00a0<\/strong>Jika kita sudah memiliki jawabannya, maka akan menjadi langkah pertama yang baik untuk membangun kebiasaan belajar yang lebih sehat dan efektif.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n<p style=\"text-align: justify\"><strong>References<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Aldhi, I.F., Suhariadi, F., Rahmawati, E. dkk. <em>Fear of failure, procrastination, and academic performance in higher education<\/em>. Humanit Soc Sci Commun (2026). https:\/\/doi.org\/10.1057\/ s41599-026-07088-0<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Anderman, E. M., Anderman, L. H., &amp; Ormrod, J. E. (2024). <em>Educational psychology: Developing learners<\/em> (11th ed.). Pearson.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">B\u00e4ulke, L., Nagengast, B., &amp; Trautwein, U. (2026). <em>Academic procrastination at three levels: The DEferral dispLAY (DELAY3) framework<\/em>. Educational Psychologist.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mengapa Kita Suka Menunda? Mengenal Prokrastinasi dalam Pendidikan \u201cDeadline-nya masih seminggu lagi, nanti saja deh mengerjakannya.\u201d Kalimat sederhana yang mungkin pernah diucapkan oleh diri sendiri. Tugas sudah diberikan beberapa hari lalu, bahkan mungkin seminggu atau sebulan yang lalu, tapi kita malah melakukan doomscroll media sosial, menonton film, atau melakukan hal lain yang sama sekali tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":736,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-735","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/735","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=735"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/735\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":737,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/735\/revisions\/737"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/736"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=735"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=735"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=735"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}