{"id":706,"date":"2026-08-03T09:37:19","date_gmt":"2026-08-03T09:37:19","guid":{"rendered":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/?p=706"},"modified":"2026-08-14T09:38:44","modified_gmt":"2026-08-14T09:38:44","slug":"padahal-tidak-ada-yang-melihat-tapi-kenapa-kita-merasa-dilihat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/2026\/08\/03\/padahal-tidak-ada-yang-melihat-tapi-kenapa-kita-merasa-dilihat\/","title":{"rendered":"Padahal Tidak Ada yang melihat, Tapi Kenapa Kita Merasa Dilihat?"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-707\" src=\"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2026\/08\/Screenshot-2026-08-14-at-16.28.05-1.png\" alt=\"\" width=\"1636\" height=\"1080\" \/>Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah cara individu berinteraksi dan menampilkan dirinya di hadapan orang lain. Bagi Generasi Z yang tumbuh bersama internet, kehidupan sosial tidak hanya berlangsung secara langsung, tetapi juga melalui berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Kehadiran media sosial membuat individu semakin sadar terhadap bagaimana dirinya dilihat dan dinilai oleh orang lain. Kondisi tersebut dapat dikaitkan dengan fenomena yang dikenal sebagai <\/span><i><span data-contrast=\"none\">Fear of Being Perceived<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">, yaitu perasaan takut, cemas, atau tidak nyaman ketika seseorang merasa sedang diperhatikan atau menjadi objek penilaian orang lain. Meskipun istilah ini bukan diagnosis psikologis resmi, fenomenanya memiliki keterkaitan dengan konsep <\/span><i><span data-contrast=\"none\">fear of negative evaluation<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\"> dan kecemasan sosial, yaitu kekhawatiran terhadap kemungkinan mendapatkan penilaian negatif dari lingkungan sekitar (Pekaar et al., 2023).\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span data-contrast=\"none\">Fear of Being Perceived<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\"> dapat muncul dalam situasi sederhana yang umum terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Seseorang mungkin merasa tidak nyaman ketika berjalan sendirian di tempat umum, memasuki ruangan yang dipenuhi orang, berbicara di depan banyak orang, atau melakukan aktivitas tertentu ketika merasa dirinya sedang diperhatikan. Dalam kondisi tersebut, individu dapat merasa seolah-olah orang lain terus memperhatikan dirinya, meskipun kenyataannya belum tentu demikian. Perasaan ini membuat seseorang menjadi terlalu sadar terhadap penampilan, perilaku, maupun cara berbicaranya. Kondisi tersebut berkaitan dengan <\/span><i><span data-contrast=\"none\">self-focused attention<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">, yaitu kecenderungan untuk memusatkan perhatian secara berlebihan pada diri sendiri ketika berada dalam situasi sosial sehingga individu menjadi lebih peka terhadap kekurangan yang dimilikinya (Tomita &amp; Kumano, 2023).\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Fenomena ini menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan kehidupan Generasi Z yang banyak berlangsung di ruang digital. Media sosial memberikan kesempatan bagi individu untuk menampilkan dirinya sekaligus menerima respons dari orang lain melalui <\/span><i><span data-contrast=\"none\">likes<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">, komentar, maupun jumlah pengikut. Respons tersebut dapat membuat seseorang semakin memperhatikan citra dirinya dan memikirkan bagaimana dirinya diterima oleh lingkungan. Selain itu, kebiasaan melihat kehidupan orang lain di media sosial juga dapat mendorong terjadinya <\/span><i><span data-contrast=\"none\">social comparison<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">. Ketika individu terus membandingkan penampilan, kehidupan, atau pencapaiannya dengan orang lain yang terlihat lebih baik di media sosial, rasa percaya diri dapat menurun dan kekhawatiran terhadap penilaian orang lain semakin meningkat.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span data-contrast=\"none\">Fear of Being Perceived<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\"> merupakan kondisi ketika individu merasa takut atau tidak nyaman karena merasa dirinya sedang diamati dan dinilai oleh orang lain. Walaupun belum diakui sebagai gangguan psikologis dalam sistem klasifikasi resmi, fenomena ini memiliki keterkaitan yang erat dengan <\/span><i><span data-contrast=\"none\">fear of negative evaluation<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\"> dan kecemasan sosial. Individu yang mengalami kondisi ini cenderung memiliki kekhawatiran berlebihan terhadap kemungkinan melakukan kesalahan atau menerima penilaian negatif dari lingkungan. Akibatnya, perhatian individu menjadi lebih terfokus pada dirinya sendiri daripada pada situasi sosial yang sedang dihadapi.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap munculnya <\/span><i><span data-contrast=\"none\">Fear of Being Perceived<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\"> adalah penggunaan media sosial yang intensif. Berbagai platform digital memungkinkan individu untuk terus menampilkan kehidupan mereka sekaligus menerima penilaian dari orang lain dalam bentuk komentar, jumlah pengikut, maupun tanda suka (<\/span><i><span data-contrast=\"none\">likes<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">). Paparan tersebut dapat meningkatkan kesadaran terhadap citra diri sehingga individu menjadi lebih berhati-hati dalam menampilkan dirinya. Selain itu, media sosial juga memfasilitasi terjadinya <\/span><i><span data-contrast=\"none\">social comparison<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">, yaitu kecenderungan membandingkan diri dengan orang lain yang tampak lebih menarik, lebih sukses, atau memiliki kehidupan yang terlihat lebih ideal. Perbandingan yang dilakukan secara terus-menerus dapat menurunkan rasa percaya diri dan meningkatkan rasa takut terhadap penilaian sosial.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Faktor lain yang berperan adalah <\/span><i><span data-contrast=\"none\">self-focused attention<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">, yaitu kecenderungan individu untuk memusatkan perhatian secara berlebihan pada diri sendiri ketika berada dalam situasi sosial. Individu menjadi lebih memperhatikan ekspresi wajah, cara berbicara, bahasa tubuh, maupun penampilannya sehingga setiap kesalahan kecil terasa sangat besar. Padahal, dalam kenyataannya orang lain belum tentu memberikan perhatian sebesar yang dibayangkan. Kondisi ini membuat individu semakin mudah merasa gugup dan cemas ketika berada di hadapan orang lain.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Secara psikologis, <\/span><i><span data-contrast=\"none\">Fear of Being Perceived<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\"> berkembang melalui suatu proses yang saling berkaitan. Individu yang memiliki <\/span><i><span data-contrast=\"none\">fear of negative evaluation<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\"> akan lebih sering memikirkan kemungkinan mendapatkan penilaian negatif. Kekhawatiran tersebut kemudian meningkatkan <\/span><i><span data-contrast=\"none\">self-focused attention<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">, sehingga perhatian individu lebih terarah pada kelemahan dirinya sendiri daripada situasi yang sedang berlangsung. Akibatnya, muncul kecemasan sosial yang membuat individu merasa dirinya diperhatikan lebih banyak daripada kenyataannya. Untuk mengurangi rasa cemas tersebut, individu cenderung menghindari situasi yang dianggap mengancam, seperti berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat, atau berinteraksi dengan orang baru. Meskipun penghindaran dapat memberikan rasa aman dalam jangka pendek, perilaku tersebut justru mempertahankan rasa takut dalam jangka panjang karena individu tidak memiliki kesempatan untuk membuktikan bahwa kekhawatirannya belum tentu terjadi.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Pada Generasi Z, <\/span><i><span data-contrast=\"none\">Fear of Being Perceived<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\"> dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan, baik akademik, sosial, maupun psikologis. Dalam lingkungan akademik, mahasiswa yang terlalu khawatir terhadap pandangan orang lain mungkin enggan bertanya ketika belum memahami materi, takut menyampaikan pendapat dalam diskusi, atau merasa sangat cemas ketika harus melakukan presentasi di depan kelas. Kekhawatiran terhadap penilaian negatif dapat mengurangi partisipasi aktif dalam proses pembelajaran sehingga kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan berpikir kritis menjadi terbatas.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Dalam kehidupan sosial, individu yang mengalami <\/span><i><span data-contrast=\"none\">Fear of Being Perceived<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\"> juga dapat mengalami kesulitan membangun hubungan interpersonal. Rasa takut diperhatikan membuat seseorang cenderung menghindari interaksi dengan orang baru, enggan mengikuti kegiatan sosial, atau memilih menarik diri dari lingkungan. Akibatnya, individu kehilangan kesempatan untuk memperluas relasi, memperoleh dukungan sosial, serta mengembangkan keterampilan sosial yang penting bagi perkembangan dirinya.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Selain berdampak pada aspek akademik dan sosial, kondisi ini juga berpengaruh terhadap kesehatan mental. Kekhawatiran yang berlebihan terhadap penilaian orang lain dapat memicu <\/span><i><span data-contrast=\"none\">overthinking<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\">, kecemasan, rendahnya kepercayaan diri, serta kecenderungan menghindari berbagai situasi sosial. Individu dapat terus memikirkan apakah dirinya terlihat aneh, apakah perkataannya dianggap salah, atau apakah orang lain memberikan penilaian buruk terhadap dirinya. Pikiran yang berulang tersebut dapat menguras energi psikologis dan membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat. Apabila kondisi ini berlangsung terus-menerus, kualitas hidup dan kesejahteraan psikologis individu dapat menurun karena rasa takut yang dialami membatasi kesempatan untuk berkembang dan mengekspresikan diri.<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><i><span data-contrast=\"none\">Fear of Being Perceived<\/span><\/i><span data-contrast=\"none\"> merupakan fenomena psikologis yang semakin relevan dalam kehidupan Generasi Z di era digital. Paparan media sosial yang intensif, kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, serta kecenderungan memusatkan perhatian secara berlebihan pada diri sendiri dapat meningkatkan kekhawatiran terhadap penilaian sosial. Meskipun merasa gugup atau takut dinilai merupakan pengalaman yang wajar, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian apabila mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, hubungan sosial, maupun kesehatan mental.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><span data-contrast=\"none\">Oleh karena itu, penting bagi Generasi Z untuk menyadari bahwa tidak semua perhatian dari orang lain merupakan penilaian negatif. Belajar menerima diri sendiri, mengurangi kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain, membatasi penggunaan media sosial secara berlebihan, serta berani menghadapi situasi sosial secara bertahap dapat membantu mengurangi rasa takut tersebut. Pada akhirnya, kepercayaan diri bukan berarti tidak pernah merasa takut dinilai, melainkan kemampuan untuk tetap bertindak dan berkembang meskipun tidak dapat mengendalikan bagaimana orang lain memandang diri kita.\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Penulis :<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Davina Patricia\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0\u00a0<\/span> <span data-contrast=\"none\">2810011332<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Intan Noor Habibah Haryono\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0\u00a0 <\/span> <span data-contrast=\"none\">2810011244<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Joe Bryant Clarence Saputra\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">2910011983<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Manuelia Oktavina Sitohang\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">2810011710<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Michelle Anggely Hartono\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 <\/span>\u00a0<span data-contrast=\"none\">2910012342<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:720,&quot;335559731&quot;:0,&quot;335559737&quot;:0,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><strong>Daftar Pustaka\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:2,&quot;335551620&quot;:2,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160}\">\u00a0<\/span><span data-contrast=\"none\">Pekaar, K. A., Bakker, A. B., van der Linden, D., &amp; Born, M. P. (2023). Problematic internet and social\u00a0 \u00a0 network site use in young adults: The role of emotional intelligence and fear of negative evaluation.\u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 \u00a0 Personality and Individual Differences, 200, 111915. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.paid.2022.111915\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/doi.org\/10.1016\/j.paid.2022.111915<\/span><\/a><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:567,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559991&quot;:567}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-contrast=\"none\">Tomita, N., &amp; Kumano, H. (2023). Self-focused attention related to social anxiety during free speaking\u00a0 \u00a0 <\/span><span data-contrast=\"none\">tasks activates the right frontopolar area. Current Psychology <\/span><span data-contrast=\"none\">42, 10310\u201310323. <\/span><a href=\"https:\/\/doi.org\/10.1007\/s12144-021-02319-w\"><span data-contrast=\"none\">https:\/\/doi.org\/10.1007\/s12144-021-02319-w<\/span><\/a><span data-contrast=\"none\">\u00a0<\/span><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:567,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559991&quot;:567}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:567,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559991&quot;:567}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:567,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559991&quot;:567}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:567,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559991&quot;:567}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:567,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559991&quot;:567}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{&quot;134233117&quot;:false,&quot;134233118&quot;:false,&quot;335551550&quot;:6,&quot;335551620&quot;:6,&quot;335559685&quot;:567,&quot;335559738&quot;:0,&quot;335559739&quot;:160,&quot;335559991&quot;:567}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span data-ccp-props=\"{}\">\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Perkembangan teknologi digital dan media sosial telah mengubah cara individu berinteraksi dan menampilkan dirinya di hadapan orang lain. Bagi Generasi Z yang tumbuh bersama internet, kehidupan sosial tidak hanya berlangsung secara langsung, tetapi juga melalui berbagai platform digital seperti Instagram, TikTok, dan YouTube. Kehadiran media sosial membuat individu semakin sadar terhadap bagaimana dirinya dilihat dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,17],"tags":[],"class_list":["post-706","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel","category-karya-mahasiswa"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/706","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=706"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/706\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":711,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/706\/revisions\/711"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=706"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=706"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=706"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}