{"id":393,"date":"2025-05-26T05:35:20","date_gmt":"2025-05-26T05:35:20","guid":{"rendered":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/?p=393"},"modified":"2025-05-26T05:42:00","modified_gmt":"2025-05-26T05:42:00","slug":"psyimpact-workshop-crafting-powerful-campaign-for-prosocial-change","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/2025\/05\/26\/psyimpact-workshop-crafting-powerful-campaign-for-prosocial-change\/","title":{"rendered":"PsyImpact Workshop: Crafting Powerful Campaign for Prosocial Change"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-394\" src=\"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/05\/WhatsApp-Image-2025-05-19-at-13.17.23_e1f8712a.jpg\" alt=\"\" width=\"1080\" height=\"1350\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Pada hari rabu, 23 Mei 2025, Program studi Psikologi mengadakan workshop yang bertajuk <strong>&#8220;PsyImpact Workshop: Crafting Powerful Campaign for Prosocial Change&#8221;\u00a0<\/strong>di Satu University Kampus Bandung. PsyImpact Workshop: Crafting Powerful Campaign for Prosocial Change diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan generasi muda, khususnya Gen Z dan Alpha, untuk tidak hanya peduli terhadap isu sosial, tetapi juga mampu menciptakan kampanye yang berdampak nyata. Di tengah arus informasi yang begitu cepat dan budaya digital yang mendominasi, banyak kampanye hanya berfokus pada estetika tanpa memahami cara kerja pikiran manusia. Workshop ini dirancang untuk membekali peserta dengan wawasan psikologi, strategi komunikasi, dan kreativitas agar mampu merancang kampanye prososial yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga menggerakkan perubahan perilaku di masyarakat secara positif dan berkelanjutan. Sejalan dengan hal ini, Program studi Psikologi mengundang pembicara yang merupakan seorang dosen Psikologi di UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan juga merupakan praktisi di bidang Psikologi Sosial yaitu <strong>Dr. Nur&#8217;aini Azizah, M.A.\u00a0<\/strong><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-sourcepos=\"15:1-15:489\">Dalam paparannya, Ibu Azizah tidak hanya menjelaskan <strong>perilaku pro-sosial<\/strong> secara teoritis, namun juga mengupas tuntas bagaimana konsep ini beresonansi dalam kehidupan sehari-hari kita. Beliau akan membagikan wawasan mendalam tentang bagaimana <strong>keresahan dan kepedulian kita terhadap isu-isu di sekitar kita dapat menjadi pemicu kuat untuk melakukan aksi pro-sosial. <\/strong>Ibu Azizah juga akan menekankan bahwa perilaku pro-sosial bukanlah sekadar tindakan altruistik yang hanya bermanfaat bagi penerima. Sebaliknya, <strong>tindakan pro-sosial memiliki dampak positif yang signifikan bagi pertumbuhan pribadi pelakunya<\/strong>. Dari peningkatan empati, rasa syukur, hingga pengembangan keterampilan sosial, perilaku pro-sosial merupakan investasi berharga bagi diri sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-sourcepos=\"15:1-15:489\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-395\" src=\"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/05\/20250521_043444820_iOS-1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"4032\" height=\"3024\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-sourcepos=\"23:1-23:266\">Workshop ini diselenggarakan dalam dua sesi terpisah, menyasar audiens yang berbeda. <strong>Sesi pertama<\/strong> menghadirkan siswa\/i dari <strong>SMAN 14 Bandung<\/strong>, sementara <strong>sesi kedua<\/strong> oleh siswa\/i dari <strong>SMKN 5 Bandung<\/strong>. Setelah mendapatkan pemaparan materi dari Ibu Azizah, para peserta tidak hanya berhenti pada teori. Mereka langsung terlibat dalam sesi yang lebih interaktif: dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil untuk <strong>merancang suatu aksi nyata perilaku pro-sosial<\/strong>. Isu-isu yang diangkat pun dipilih dari topik yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka sebagai pelajar. Kreativitas peserta diuji dengan mengubah gagasan aksi pro-sosial mereka menjadi sebuah <strong>video berdurasi pendek<\/strong>. Video-video ini kemudian disebarluaskan melalui <strong>media sosial masing-masing peserta<\/strong>, memaksimalkan jangkauan pesan positif yang mereka bawa, yang juga akan dinilai oleh juri untuk menentukan pemenang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-sourcepos=\"31:1-31:143\">Juri yang terlibat adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\" data-sourcepos=\"32:1-35:0\">\n<li data-sourcepos=\"32:1-32:35\"><strong>Ibu Dr. Nur&#8217;aini Azizah, M.A.<\/strong><\/li>\n<li data-sourcepos=\"33:1-33:33\"><strong>Ibu Fenisa Chandra R. M.Si.<\/strong><\/li>\n<li data-sourcepos=\"34:1-35:0\"><strong>Ibu Regina Arfani, M.Psi., Psikolog.<\/strong><\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\" data-sourcepos=\"36:1-36:168\">Pemenang pertama adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li style=\"text-align: justify\" data-sourcepos=\"36:1-36:168\">Agung Bayu Saputra<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\" data-sourcepos=\"36:1-36:168\">Aldo Rudiansyah<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\" data-sourcepos=\"36:1-36:168\">Alya Zahralia<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\" data-sourcepos=\"36:1-36:168\">Fadzil Abdul Hakim<\/li>\n<li style=\"text-align: justify\" data-sourcepos=\"36:1-36:168\">Winda Aulia<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Pemenang kedua adalah:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\">\n<li>Dika Mustika<\/li>\n<li>Fitri Rahayu Yunita Sari<\/li>\n<li>Nabila Fatimah Azzahra<\/li>\n<li>Nazwa Ananda Nofrianty<\/li>\n<li>Syakila\u00a0Azahra<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\">Kesuksesan PsyImpact Workshop ini tidak lepas dari peran sentral para <strong>panitia mahasiswa Program Studi Psikologi Satu University.<\/strong>\u00a0Mereka telah menunjukkan dedikasi luar biasa, berkontribusi aktif mulai dari tahap persiapan yang matang hingga pelaksanaan acara yang lancar. Semangat dan kerja keras para mahasiswa ini menjadi bukti nyata komitmen program studi dalam mendukung pengembangan potensi, baik bagi peserta workshop maupun bagi mahasiswa itu sendiri.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-397\" src=\"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-content\/uploads\/sites\/6\/2025\/05\/20250521_100055417_iOS-1-1.jpg\" alt=\"\" width=\"4032\" height=\"2268\" \/><\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">Panitia mahasiswa:<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\">1.\u2060 \u2060Jihan Faridatul Azkia<br \/>\n2.\u2060 \u2060Bella Sanfira<br \/>\n3.\u2060 \u2060Intan Noor Habibah Haryono<br \/>\n4.\u2060 \u2060Azis Abdul Rohim<br \/>\n5.\u2060 \u2060Sherryl Priscilla Orville<br \/>\n6.\u2060 \u2060Faith Esperanza Ai Tanauma<br \/>\n7.\u2060 \u2060Faradila Alifya<br \/>\n8.\u2060 \u2060Manuelia Oktavina Sitohang<br \/>\n9.\u2060 \u2060\u2060Astri Herlisnawati<br \/>\n10. Larasati Maulana Yusuff<br \/>\n11. Fillyana Cindy<br \/>\n12. \u2060Davina Patricia<br \/>\n13. Pradnya Pramitha Maharani<br \/>\n14. \u2060catherine\u00a0aprina<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pada hari rabu, 23 Mei 2025, Program studi Psikologi mengadakan workshop yang bertajuk &#8220;PsyImpact Workshop: Crafting Powerful Campaign for Prosocial Change&#8221;\u00a0di Satu University Kampus Bandung. PsyImpact Workshop: Crafting Powerful Campaign for Prosocial Change diselenggarakan sebagai respons terhadap kebutuhan generasi muda, khususnya Gen Z dan Alpha, untuk tidak hanya peduli terhadap isu sosial, tetapi juga mampu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":7,"featured_media":394,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[9],"tags":[],"class_list":["post-393","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/users\/7"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=393"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":400,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/393\/revisions\/400"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/media\/394"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=393"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=393"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/psikologi\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=393"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}