Court, Team, Final!

Bryant, mahasiswa Program Studi Psikologi, berkesempatan mengikuti turnamen basket yang diselenggarakan oleh Perumahan Podomoro dan Parahyangan Residences. Pertandingan tersebut dilaksanakan di salah satu lapangan basket yang berada di kawasan perumahan Podomoro.
Tertarik untuk mengikuti kompetisi tersebut, Bryant membentuk sebuah tim yang terdiri dari Erwin dari Program Studi Akuntansi, Jason dari Program Studi DKV, serta satu orang teman dari masa SMA. Keikutsertaan dalam turnamen ini menjadi kesempatan bagi Bryant dan tim untuk mengembangkan kemampuan bermain sekaligus memperoleh pengalaman berkompetisi di luar lingkungan kampus.
Setelah melakukan pendaftaran, tim belum mendapatkan informasi mengenai jadwal pertandingan. Tim harus menunggu informasi lebih lanjut dari pihak penyelenggara. Hingga akhirnya, pada 7 Agustus, atau satu hari sebelum pertandingan, tim mendapatkan informasi bahwa pertandingan akan dilaksanakan pada 8 Agustus. Kondisi tersebut membuat tim perlu melakukan penyesuaian secara cepat, termasuk mempersiapkan posisi masing-masing pemain sebelum pertandingan berlangsung.
Pada pertandingan pertama, tim Bryant berhasil melaju ke babak semifinal setelah tim lawan dinyatakan melakukan pelanggaran dan didiskualifikasi oleh penyelenggara. Pada babak semifinal, tim kembali menunjukkan performa yang baik dan berhasil memenangkan pertandingan dengan skor 8–6, sehingga berhak melaju ke babak final.
Menjelang pertandingan final, tim kembali menghadapi situasi yang membutuhkan kesiapan dan kemampuan beradaptasi. Sebelumnya, pertandingan final diinformasikan akan dilaksanakan pada 16 Agustus. Namun, pada 15 Agustus pukul 08.42 WIB, tim menerima informasi bahwa pertandingan justru akan dilaksanakan pada hari yang sama, yaitu 15 Agustus pukul 14.00 WIB.
Perubahan jadwal yang mendadak membuat tidak seluruh anggota tim dapat hadir. Hanya Bryant dan Erwin yang dapat mengikuti pertandingan. Untuk tetap dapat bertanding, keduanya segera mencari satu pemain pengganti agar tim dapat memenuhi kebutuhan pemain dalam pertandingan final.
Pada babak final, tim Bryant berhadapan dengan tim yang diperkuat oleh pemain asing asal Tiongkok. Pertandingan berlangsung dalam dua quarter, dengan tim Bryant harus mengakui keunggulan lawan dengan skor akhir 41–20. Pada quarter pertama, tim tertinggal dengan skor 21–11. Memasuki quarter kedua, tim berhasil menambah 9 poin, namun belum mampu mengejar ketertinggalan hingga pertandingan berakhir.
Meskipun belum berhasil meraih juara pertama, perjalanan tim hingga babak final menjadi pengalaman berharga bagi Bryant dan rekan-rekannya. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan jadwal, mencari solusi dalam keterbatasan pemain, serta mempertahankan semangat bertanding menjadi bagian penting dari pengalaman yang diperoleh selama mengikuti turnamen.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, pada 29 Agustus, tim menghadiri acara penerimaan hadiah yang diselenggarakan di kawasan Podomoro. Keikutsertaan Bryant dalam turnamen ini menjadi salah satu bentuk partisipasi mahasiswa dalam kegiatan olahraga sekaligus menunjukkan semangat kompetitif, kerja sama, dan sportivitas di luar kegiatan akademik.
Comments :