Pada 22 April 2026, Jurusan Psikologi SATU University kembali menyelenggarakan rangkaian pengabdian kepada masyarakat secara onsite yang bertempat di Hotel Grand Mahkota, Pontianak. Kegiatan kali ini ditujukan bagi para siswa SMA/SMK/MAN sebagai peserta utama dengan mengangkat tema “Capek Boleh, Nyerah Jangan : Jaga Mental Health di Sekolah”. Kegiatan ini berbentuk workshop yang dipandu oleh Ni Made Putri Ariyanti, S.Psi., M.Psi. sebagai fasilitator dalam mengingatkan kembali urgensi kesehatan mental remaja. Data menunjukkan bahwa sekitar 15,5 juta remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.

Melalui sesi ini, para peserta (siswa) dibekali dengan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental di lingkungan sekolah guna mencapai keberfungsian diri yang optimal dalam aktivitas sehari-hari. Sesi ini juga menekankan pada pemahaman bahwa kesehatan mental bukan berarti selalu merasa bahagia, melainkan kemampuan individu dalam menghadapi tantangan secara efektif dan produktif untuk kedepannya.

Dalam kegiatan workshop ini, para peserta (siswa) diajak untuk mengenali tanda-tanda tekanan psikologis (psychological distress) yang sering dialami remaja sekarang; mulai dari tekanan akademis, konflik petermanan, hingga pengaruh media sosial. Materi yang disampaikan melalui kegiatan lokakarya ini merangkum 3 kondisi, yaitu kondisi fisik (keluhan biologis seperti sakit kepala, otot tegang atau gangguan tidur), kognitif (penurunan konsentrasi, mudah terdikstraksi hingga munculnya pikiran-pikiran intrusive, emosi (perasaan sedih, mudah marah, cemas berlebihan (anxiety) hingga sulit merasakan kegembiraan).

Kegiatan workshop ini juga berguna untuk menghidupkan / mencairkan suasana. Kegiatan ini juga dilengkapi dengan ice breaking, seperti simulasi permainan edukatif bertajuk “Hitung Mundur”. Permainan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa mengenai bagaimana respon fisik dan emosional berkerja saat menghadapi tekanan. Selain itu, konsep “Stress Bucket” diperkenalkan sebagai analogi cara kerja coping mechanism (mekanisme koping) dalam mengelola energi negatif agar tidak menumpuk dan menggangu performa belajar terutama menjelang ujian.

Kegiatan workshop ini juga berjalan dengan lancar dan dinamis, terlihat dari antusiasme para siswa yang aktif berpatisipasi dalam mengikuti “5 finger breathing technique” ini. Melalui kegiatan workshop, diharapkan para siswa di Pontianak dapat lebih sadar (aware) diri terhadap kesehatan mental mereka serta mampu menerapkan strategi pengolahan emosi yang sehat secara mandiri. Program pengabdian masyarakat oleh Program Studi Psikologi SATU University ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkala untuk mendukung kesejahteraan psikologis generasi muda (remaja) di berbagai wilayah Indonesia.