Program Pengabdian Masyarakat : Enhacing Teachers Emotional Competence in the Classroom
Pada 22 April 2026, dari Jurusan Psikologi SATU University telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang ditujukan kepada para tenaga kependidikan SMA/SMK/MAN di Pontianak. Kegiatan ini berfokus pada pentingnya kompetensi emosional guru dalam mengelola dinamika pembelajaran di dalam kelas. Kegiatan ini berbentuk workshop yang dipandu oleh Ni Made Putri Ariyanti, S.Psi., M.Psi. Psikolog sebagai fasiltator yang memberikan pemaparan komprehensif mengenai strategi regulasi emosi bagi para guru.
Dalam kegiatan workshop, diadakan pemaparan materi mengenai konsep emosi sebagai “Energy in Motion” yang menekankan bahwa emosi adalah energi yang terus bergerak dan saling terkait antara pikiran, tubuh, serta perilaku. Para peserta (Guru) diajak untuk memahami “Roda Emosi Plutchik” yang bermanfaat untuk mengidentifikasi spektrum emosi manusia secara mendalam. Pemahaman ini sangat krusial untuk menyadarkan guru mengenai kompetensi emosional yang memiliki dampak langsung terhadap iklim kelas, efektivitas pengajaran, penguatan relasi dengan siswa, serta pencegahan stress dan burnout pada guru.
Dalam sesi utama ini, Para peserta (Guru) dibekali dengan RULER Skills, sebuah kerangka kerja berbasis bukti untuk meningkatkan kecerdasan emosional yang terdiri dari: Recognizing (mengenali emosi yang dirasakan melalui kesadaran tubuh), Understanding (memahami penyebab dan konsekuensi dari emosi tersebut), Labeling (menggunakan kosakata emosi yang tepat untuk mendeskripsikan perasaan), Expressing (menyampaikan emosi dengan cara yang asertif dan tepat), dan Regulating (mengelola emosi melalui strategi seperti pernapasan penuh kesadaran (mindful breathing), pergeseran perhatian, dan self-talk yang seimbang).
Kegiatan workshop ini juga dilengkapi dengan sesi roleplay, Dimana para guru berlatih menyampaikan emosi secara asertif berdasarkan pengalaman nyata di sekolah. Hal ini bertujuan agar guru tidak hanya memahami teori secara kognitif melalui Learning Brain, tetapi juga diharapkan para guru mampu merespon situasi sulit di kelas secara tenang, alih-alih bereaksi secara impulsif melalui Survival Brain.
Kegiatan workshop ini juga berjalan dengan lancar dan dipenuhi dengan interaksi aktif serta antusiasme yang tinggi dari para guru yang ikut berpartisipasi. Melalui pemaparan materi ini, diharapkan para tenaga pendidik dapat lebih terampil dalam meregulasi emosi sehingga tercipta lingkungan akademik yang lebih positif dan sehat. Jurusan Psikologi SATU University berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan kompetensi professional guru melalui rangkaian program pengabdian masyarakat berkelanjutan di masa depan.
Comments :