From Blueprint to Reality: Navigating Practical Issues in Psychological Test Construction

Pada sesi 9 dan 10 di mata kuliah Konstruksi Tes Psikologi, mahasiswa B28 berkesempatan untuk menerima seorang Guest Lecture. Beliau adalah Ibu Stephanie Andamari, S.Psi., M.Psi., Psikolog. Beliau adalah seorang manager HRD dari sebuah start-up company yang bernama Life Pilates. Pengalaman beliau sebelum menjadi seorang HRD, beliau merupakan Asisten Dosen, Supervisor Mahasiswa S2 Profesi dan juga praktisi dalam bidang Statistika. Beliau sering membantu Dosen dan Mahasiswa yang memerlukan bantuannya dalam bidang statistika.
Salah satu isu yang diangkat saat membuat sebuah konstruksi alat tes Psikologi adalah masalah diversity atau fairness. Sebuah tes yang baik bukan hanya karena memberikan hasil yang akurat saja. Melainkan ada hal lain yang perlu diperhatikan oleh seorang peneliti. Kita akan membahasnya, berdasarkan pemaparan yang disampaikan oleh bu Stephanie. Hal yang pertama adalah bias. Bias yang dimaksud dalam hal ini adalah soal yang dibuat oleh peneliti lebih mudah dikerjakan dan dimengerti hanya oleh orang-orang tertentu saja. Tes yang baik, tidak bisa demikian. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk bisa menjawab sebuah soal.
Hal lainnya yang menjadi tantangan adalah Differential Item Functioning (DIF). Sebuah soal yang baik, harus bisa dijawab benar oleh individu berbeda dengan kemampuan yang mirip atau setara. Jika kemampuannya berbeda, maka peluang individu lain akan lebih kecil untuk bisa menjawab benar. Namun jika individu memiliki kemampuan yang mirip dengan individu lain, maka peluang mereka menjawab pertanyaan dengan benar dinilai cukup tinggi.
Mulai sekarang, yuk buat soal-soal yang fair bagi semua kalangan. Agar alat tes yang kita punya, bisa membantu permasalahan orang-orang disekitar kita. Untuk dapat menghasilkan sebuah alat tes yang bagus membutuhkan proses, jadi jangan menyerah ya. Semangat!
Comments :