{"id":728,"date":"2026-06-14T14:41:15","date_gmt":"2026-06-14T14:41:15","guid":{"rendered":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/?p=728"},"modified":"2026-06-14T14:41:59","modified_gmt":"2026-06-14T14:41:59","slug":"uang-digital-membuat-kita-lebih-boros-memahami-perubahan-perilaku-konsumen-di-era-cashless","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/2026\/06\/14\/uang-digital-membuat-kita-lebih-boros-memahami-perubahan-perilaku-konsumen-di-era-cashless\/","title":{"rendered":"Uang Digital Membuat Kita Lebih Boros? Memahami Perubahan Perilaku Konsumen di Era Cashless"},"content":{"rendered":"<h1 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"ra9xjf\" data-start=\"7760\" data-end=\"7776\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-730\" src=\"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-content\/uploads\/sites\/3\/2026\/06\/ChatGPT-Image-Jun-14-2026-09_36_34-PM.jpeg\" alt=\"\" width=\"1024\" height=\"1536\" \/><\/h1>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"124\" data-end=\"384\">Bayangkan sebuah situasi yang sangat familiar. Anda pergi ke sebuah kafe bersama teman, memesan kopi dan camilan dengan total Rp45.000. Tanpa berpikir panjang, Anda membuka aplikasi pembayaran digital, memindai QRIS, dan transaksi selesai dalam hitungan detik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"386\" data-end=\"621\">Minggu berikutnya, Anda melakukan hal yang sama. Kemudian membeli makanan secara online, berlangganan aplikasi hiburan, membayar parkir digital, dan berbelanja di marketplace. Semua dilakukan tanpa mengeluarkan uang tunai selembar pun.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"623\" data-end=\"707\">Pertanyaannya, apakah kemudahan pembayaran digital membuat kita menjadi lebih boros?<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"709\" data-end=\"1116\">Pertanyaan ini menjadi semakin relevan di Indonesia yang sedang mengalami percepatan transformasi menuju masyarakat yang semakin minim penggunaan uang tunai (<em data-start=\"867\" data-end=\"885\">cashless society<\/em>). Pertumbuhan transaksi digital melalui QRIS, mobile banking, dan dompet digital menunjukkan bahwa perilaku pembayaran masyarakat telah berubah secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"1px27hy\" data-start=\"1118\" data-end=\"1166\">Era Cashless: Ketika Uang Tidak Lagi Terlihat<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1168\" data-end=\"1265\">Salah satu perubahan terbesar dalam ekonomi digital adalah hilangnya interaksi fisik dengan uang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1267\" data-end=\"1493\">Pada masa lalu, seseorang harus membuka dompet, menghitung uang, menyerahkan lembaran rupiah, dan menerima kembalian. Proses tersebut secara tidak langsung membuat seseorang menyadari berapa banyak uang yang telah dikeluarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1495\" data-end=\"1600\">Saat ini, proses tersebut digantikan oleh satu klik, satu sentuhan layar, atau satu kali pemindaian QRIS.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1602\" data-end=\"1981\">Secara psikologis, kondisi ini dikenal sebagai <strong data-start=\"1649\" data-end=\"1667\">Pain of Paying<\/strong>, yaitu rasa &#8220;kehilangan&#8221; yang dirasakan seseorang ketika mengeluarkan uang. Semakin nyata proses pembayaran, semakin besar kesadaran seseorang terhadap pengeluarannya. Sebaliknya, ketika pembayaran menjadi semakin tidak terlihat, rasa kehilangan tersebut cenderung berkurang.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"1983\" data-end=\"2102\">Inilah salah satu alasan mengapa banyak orang merasa uang mereka &#8220;cepat habis&#8221; meskipun tidak merasa sering berbelanja.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"1mkc2so\" data-start=\"2104\" data-end=\"2154\">Mengapa Pembayaran Digital Terasa Lebih Ringan?<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2156\" data-end=\"2361\">Dalam ilmu perilaku konsumen (<em data-start=\"2186\" data-end=\"2205\">Consumer Behavior<\/em>), terdapat konsep <strong data-start=\"2224\" data-end=\"2252\">frictionless transaction<\/strong>, yaitu transaksi yang berlangsung dengan sangat mudah sehingga hampir tidak menimbulkan hambatan psikologis.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2363\" data-end=\"2432\">Ketika konsumen menggunakan uang tunai, terdapat beberapa &#8220;hambatan&#8221;:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\" data-start=\"2434\" data-end=\"2526\">\n<li data-section-id=\"1i4bih1\" data-start=\"2434\" data-end=\"2452\">Mengambil dompet<\/li>\n<li data-section-id=\"1ifcq65\" data-start=\"2453\" data-end=\"2470\">Menghitung uang<\/li>\n<li data-section-id=\"132p556\" data-start=\"2471\" data-end=\"2491\">Menunggu kembalian<\/li>\n<li data-section-id=\"1asd52g\" data-start=\"2492\" data-end=\"2526\">Melihat jumlah uang yang tersisa<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2528\" data-end=\"2601\">Namun pada transaksi digital, hambatan tersebut hampir hilang sepenuhnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2603\" data-end=\"2829\">Akibatnya, keputusan pembelian menjadi lebih spontan dan impulsif. Konsumen tidak lagi fokus pada proses membayar, melainkan pada pengalaman memperoleh produk atau layanan yang diinginkan.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"11ddzcv\" data-start=\"2831\" data-end=\"2860\">Indonesia Semakin Cashless<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2862\" data-end=\"2907\">Transformasi ini terlihat jelas di Indonesia.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"2909\" data-end=\"3284\">Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa transaksi pembayaran digital terus tumbuh pesat. Pada tahun 2024, total transaksi pembayaran digital mencapai 34,5 miliar transaksi atau tumbuh lebih dari 36% dibandingkan tahun sebelumnya. Volume transaksi QRIS bahkan melonjak lebih dari 175% didorong oleh peningkatan jumlah pengguna dan merchant.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"3286\" data-end=\"3481\">Sementara itu, jumlah pengguna QRIS dan merchant terus bertambah di berbagai daerah, mulai dari pusat perbelanjaan modern hingga pedagang UMKM dan kaki lima.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"3483\" data-end=\"3628\">Fenomena ini menunjukkan bahwa pembayaran digital bukan lagi tren sementara, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"1quj67d\" data-start=\"3630\" data-end=\"3675\">Apakah Cashless Selalu Membuat Kita Boros?<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"3677\" data-end=\"3701\">Jawabannya tidak selalu.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"3703\" data-end=\"3835\">Pembayaran digital pada dasarnya hanyalah alat. Dampaknya sangat bergantung pada bagaimana seseorang mengelola perilaku keuangannya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"3837\" data-end=\"3896\">Di satu sisi, pembayaran digital menawarkan banyak manfaat:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\" data-start=\"3898\" data-end=\"4062\">\n<li data-section-id=\"1btyw92\" data-start=\"3898\" data-end=\"3917\">Praktis dan cepat<\/li>\n<li data-section-id=\"u9iitc\" data-start=\"3918\" data-end=\"3956\">Mengurangi risiko membawa uang tunai<\/li>\n<li data-section-id=\"1ejz570\" data-start=\"3957\" data-end=\"3990\">Memudahkan pencatatan transaksi<\/li>\n<li data-section-id=\"83iinb\" data-start=\"3991\" data-end=\"4022\">Meningkatkan inklusi keuangan<\/li>\n<li data-section-id=\"15lnhvx\" data-start=\"4023\" data-end=\"4062\">Mendukung pertumbuhan ekonomi digital<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"4064\" data-end=\"4439\">Namun di sisi lain, kemudahan tersebut dapat memicu perilaku konsumtif jika tidak disertai kontrol diri yang baik. Beberapa penelitian menemukan bahwa sebagian besar responden mengaku pengeluarannya meningkat setelah beralih ke pembayaran digital karena transaksi terasa lebih mudah dan tidak terlalu &#8220;terasa&#8221; dibanding pembayaran tunai.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"rba1e2\" data-start=\"4441\" data-end=\"4481\">Fenomena &#8220;Sedikit-Sedikit Jadi Bukit&#8221;<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"4483\" data-end=\"4587\">Salah satu tantangan terbesar dalam era cashless adalah munculnya pengeluaran kecil yang tidak disadari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"4589\" data-end=\"4598\">Misalnya:<\/p>\n<table style=\"border-collapse: collapse;width: 100%;height: 144px\" border=\"1\">\n<tbody>\n<tr style=\"height: 24px\">\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\">Aktivitas<\/td>\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\">Nilai<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px\">\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\">Kopi Pagi<\/td>\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\">Rp. 25.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px\">\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\">Parkir<\/td>\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\">Rp. \u00a05.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px\">\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\">Jajan Sore<\/td>\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\">Rp. 20.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px\">\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\">Belanja Printilan Online<\/td>\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\">Rp. 30.000<\/td>\n<\/tr>\n<tr style=\"height: 24px\">\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\"><\/td>\n<td style=\"width: 50%;height: 24px\"><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<div class=\"TyagGW_tableContainer\" style=\"text-align: justify\">\n<div><\/div>\n<div class=\"group TyagGW_tableWrapper flex flex-col-reverse w-fit\">Secara individual jumlah tersebut terlihat kecil. Namun jika terjadi setiap hari, total pengeluaran bulanan dapat menjadi sangat besar.<\/div>\n<\/div>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"4927\" data-end=\"5096\">Karena pembayaran berlangsung secara digital, banyak konsumen tidak merasakan &#8220;sakitnya membayar&#8221; sebagaimana ketika mereka harus menyerahkan uang tunai secara langsung.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"2jyltz\" data-start=\"5098\" data-end=\"5143\">Ketika QRIS Menjadi Bagian dari Gaya Hidup<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5145\" data-end=\"5213\">Menariknya, QRIS kini tidak hanya berfungsi sebagai alat pembayaran.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5215\" data-end=\"5492\">Bagi banyak masyarakat Indonesia, QRIS telah menjadi simbol kemudahan, kecepatan, dan modernitas. Bahkan berbagai diskusi publik menunjukkan bahwa sebagian konsumen sudah terbiasa hidup tanpa membawa uang tunai dalam aktivitas sehari-hari.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5494\" data-end=\"5612\">Hal ini menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi bukan hanya perubahan teknologi, melainkan perubahan budaya konsumsi.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5614\" data-end=\"5694\">Konsumen semakin mengutamakan kenyamanan (<em data-start=\"5656\" data-end=\"5669\">convenience<\/em>) dalam proses transaksi.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"y7ejnh\" data-start=\"5696\" data-end=\"5740\">Apa yang Bisa Dilakukan Agar Tidak Boros?<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5742\" data-end=\"5890\">Era cashless tidak harus identik dengan perilaku konsumtif. Justru teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu pengelolaan keuangan yang lebih baik.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5892\" data-end=\"5952\">Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"1m33b8l\" data-start=\"5954\" data-end=\"5990\">1. Aktifkan Notifikasi Transaksi<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"5991\" data-end=\"6093\">Setiap pengeluaran yang muncul secara real-time membantu meningkatkan kesadaran terhadap pola belanja.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"1xbf5m9\" data-start=\"6095\" data-end=\"6123\">2. Buat Anggaran Digital<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6124\" data-end=\"6184\">Pisahkan saldo untuk kebutuhan pokok, tabungan, dan hiburan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"1d1krlf\" data-start=\"6186\" data-end=\"6219\">3. Evaluasi Langganan Bulanan<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6220\" data-end=\"6298\">Banyak konsumen tetap membayar layanan yang sebenarnya sudah jarang digunakan.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"167dikw\" data-start=\"6300\" data-end=\"6338\">4. Gunakan Prinsip &#8220;Tunggu 24 Jam&#8221;<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6339\" data-end=\"6428\">Untuk pembelian yang tidak mendesak, berikan waktu satu hari sebelum melakukan transaksi.<\/p>\n<h3 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"1imixy7\" data-start=\"6430\" data-end=\"6463\">5. Pantau Riwayat Pengeluaran<\/h3>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6464\" data-end=\"6571\">Keunggulan pembayaran digital adalah seluruh transaksi tercatat otomatis dan dapat dianalisis dengan mudah.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"twrkjq\" data-start=\"6573\" data-end=\"6618\">Pelajaran bagi Mahasiswa dan Calon Manajer<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6620\" data-end=\"6749\">Bagi mahasiswa manajemen, fenomena cashless memberikan pelajaran penting bahwa keputusan konsumen tidak selalu bersifat rasional.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6751\" data-end=\"6800\">Sering kali keputusan pembelian dipengaruhi oleh:<\/p>\n<ul style=\"text-align: justify\" data-start=\"6802\" data-end=\"6902\">\n<li data-section-id=\"2o9shi\" data-start=\"6802\" data-end=\"6823\">Kemudahan transaksi<\/li>\n<li data-section-id=\"fd978c\" data-start=\"6824\" data-end=\"6842\">Faktor emosional<\/li>\n<li data-section-id=\"1syop9t\" data-start=\"6843\" data-end=\"6854\">Kebiasaan<\/li>\n<li data-section-id=\"19yq898\" data-start=\"6855\" data-end=\"6875\">Pengaruh teknologi<\/li>\n<li data-section-id=\"pvpxg7\" data-start=\"6876\" data-end=\"6902\">Desain sistem pembayaran<\/li>\n<\/ul>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"6904\" data-end=\"7102\">Memahami perilaku ini sangat penting bagi calon manajer dan entrepreneur karena strategi bisnis modern tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada pengalaman konsumen selama proses pembelian.<\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"bpvrcq\" data-start=\"7104\" data-end=\"7114\">Penutup<\/h2>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"7116\" data-end=\"7281\">Pembayaran digital telah mengubah cara masyarakat bertransaksi. QRIS, dompet digital, dan mobile banking menghadirkan kemudahan yang belum pernah terjadi sebelumnya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"7283\" data-end=\"7478\">Namun kemudahan tersebut juga membawa tantangan baru. Ketika proses pembayaran menjadi semakin tidak terlihat, konsumen berpotensi kehilangan kesadaran terhadap jumlah uang yang mereka keluarkan.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"7480\" data-end=\"7610\">Pada akhirnya, bukan teknologi yang membuat seseorang menjadi boros, melainkan bagaimana seseorang mengelola perilaku konsumsinya.<\/p>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"7612\" data-end=\"7753\">Di era cashless, kemampuan mengendalikan diri mungkin menjadi keterampilan finansial yang sama pentingnya dengan kemampuan menghasilkan uang.<\/p>\n<h1 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"ra9xjf\" data-start=\"7760\" data-end=\"7776\"><\/h1>\n<h1 style=\"text-align: justify\" data-section-id=\"ra9xjf\" data-start=\"7760\" data-end=\"7776\">Daftar Pustaka<\/h1>\n<ol style=\"text-align: justify\" data-start=\"7778\" data-end=\"9041\">\n<li data-section-id=\"7j2rhu\" data-start=\"7778\" data-end=\"8035\">Fitriana, K. T., Nurhalizah, M. R., Fiernaningsih, N., &amp; Utami, R. B. (2024). <em data-start=\"7859\" data-end=\"7971\">Analisis Perkembangan Transaksi Digital terhadap Kebiasaan Cashless Payment Mahasiswa Politeknik Negeri Malang<\/em>. Jurnal Ekonomi &amp; Bisnis.<\/li>\n<li data-section-id=\"clpw78\" data-start=\"8037\" data-end=\"8218\">Bank Indonesia. (2025). Data pertumbuhan transaksi pembayaran digital dan QRIS tahun 2024 yang dipublikasikan dalam Rapat Dewan Gubernur BI.<\/li>\n<li data-section-id=\"sjr5xn\" data-start=\"8220\" data-end=\"8345\">Databoks Katadata. (2024). <em data-start=\"8250\" data-end=\"8306\">QRIS Transactions Continue to Increase Through Q1 2024<\/em>.<\/li>\n<li data-section-id=\"w5m9i4\" data-start=\"8347\" data-end=\"8496\">PERBANAS Institute. (2024). <em data-start=\"8378\" data-end=\"8455\">QRIS Transaction Surge in 2024: Annual Growth and Impact on Digital Economy<\/em>.<\/li>\n<li data-section-id=\"1py7ip3\" data-start=\"8498\" data-end=\"8734\">Dev, H., Gupta, R., Dharmavaram, S., &amp; Kumar, D. (2024). <em data-start=\"8558\" data-end=\"8686\">From Cash to Cashless: UPI&#8217;s Impact on Spending Behavior Among Indian Users and Prototyping Financially Responsible Interfaces<\/em>. arXiv.<\/li>\n<li data-section-id=\"1tpm0ro\" data-start=\"8736\" data-end=\"8886\">Time Magazine. (2024). <em data-start=\"8762\" data-end=\"8845\">Why We&#8217;re Spending So Much Money: Frictionless Transactions and Consumer Spending<\/em>.<\/li>\n<li data-section-id=\"pnnb3d\" data-start=\"8888\" data-end=\"9041\">Peters, J. R., &amp; Rose, O. (2023). <em data-start=\"8925\" data-end=\"8993\">Examining Cashless Payment Services in a Post-Pandemic Environment<\/em>. arXiv.<\/li>\n<\/ol>\n<p style=\"text-align: justify\" data-start=\"9043\" data-end=\"9341\" data-is-last-node=\"\" data-is-only-node=\"\">\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bayangkan sebuah situasi yang sangat familiar. Anda pergi ke sebuah kafe bersama teman, memesan kopi dan camilan dengan total Rp45.000. Tanpa berpikir panjang, Anda membuka aplikasi pembayaran digital, memindai QRIS, dan transaksi selesai dalam hitungan detik. Minggu berikutnya, Anda melakukan hal yang sama. Kemudian membeli makanan secara online, berlangganan aplikasi hiburan, membayar parkir digital, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":730,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5,6],"tags":[],"class_list":["post-728","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","category-berita"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/728","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=728"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/728\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":731,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/728\/revisions\/731"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-json\/wp\/v2\/media\/730"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=728"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=728"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/manajemen\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=728"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}