Mahasiswa Computer Science Ini Belum Lulus, Tapi Sudah Digaji Perusahaan
Nisrina, Fadil, Farhan, dan Gravila masih berstatus mahasiswa aktif. Tapi hari-hari mereka bukan dihabiskan sepenuhnya di kelas. Sebagian waktunya dipakai untuk bekerja sungguhan di perusahaan nyata, dengan posisi yang jelas, dan kompensasi yang masuk ke rekening setiap bulan.
Nisrina magang sebagai Director Assistant di Diginomad. Fadil dan Farhan menjadi Oracle Developer di Kalbe. Gravila menangani IT Project Development, juga di Kalbe, salah satu perusahaan kesehatan terbesar di Indonesia.
Semuanya Paid Internship. Semuanya mahasiswa Computer Science SATU University. Dan ini bukan kebetulan.
Kenapa Computer Science? Kenapa Sekarang?
Sebelum bicara soal kampus, ada satu pertanyaan yang perlu dijawab dulu: kenapa Computer Science?
Transformasi digital tidak lagi jadi wacana. Ia sudah menjadi kenyataan di hampir setiap industri. Bank membangun aplikasi mobile. Rumah sakit mengadopsi sistem rekam medis digital. Perusahaan logistik bergantung pada algoritma untuk mengoptimalkan rute pengiriman. Bahkan sektor pertanian mulai menggunakan sensor dan analitik data.
Di balik semua itu, ada kebutuhan yang terus tumbuh terhadap orang-orang yang bisa membangun, mengelola, dan mengembangkan sistem teknologi. Software developer, data analyst, AI engineer, cloud engineer, IT project specialist, profesi-profesi ini bukan tren sementara. Mereka adalah tulang punggung ekonomi digital yang proyeksinya terus naik.
Ekonomi digital Indonesia sudah mencapai $82 miliar pada 2023 dan diproyeksikan menembus $110 miliar pada 2025. Dan 61% manajemen perusahaan secara global berencana menambah tenaga IT dalam waktu dekat.
Peluangnya nyata. Tapi persaingannya juga semakin ketat.
Yang Membedakan Bukan Hanya Nilainya
Di sinilah banyak calon mahasiswa, dan orang tua, kadang salah hitung.
Asumsinya begini: masuk jurusan yang bagus, dapat nilai yang baik, lulus tepat waktu, dan pekerjaan akan datang sendiri. Di era sebelumnya, mungkin itu cukup. Tapi industri teknologi hari ini melihat lebih jauh dari transkrip nilai.
Survei LinkedIn menunjukkan bahwa 87% profesional menyebut soft skill sama pentingnya dengan hard skill dalam dunia kerja. Dan soft skill seperti kemampuan berkomunikasi dalam tim, manajemen proyek, hingga cara menghadapi tekanan deadline nyata, tidak tumbuh dari mengerjakan tugas kuliah.
Di banyak perguruan tinggi, fokus utama memang masih pada pembelajaran akademik. Dan itu wajar karena fondasi ilmu memang harus kuat. Tapi perkembangan industri saat ini membuat mahasiswa juga membutuhkan pengalaman profesional sebelum lulus, bukan setelahnya.
Gap antara lulus dan siap kerja ini yang sering tidak kelihatan. Sampai wawancara kerja pertama tiba.
Mereka Belum Lulus, tapi Sudah Dipercaya Industri

Empat mahasiswa. Empat posisi yang berbeda. Dua perusahaan dengan nama yang sudah dikenal luas di industri. Dan semuanya dibayar, bukan magang gratisan yang hanya mengisi waktu.
Yang menarik bukan hanya hasilnya, tapi prosesnya. Mereka bisa sampai di sana bukan semata karena pintar. Ada sistem di baliknya.
Kok Bisa?
Pertanyaan ini yang sebenarnya paling penting.
Karena kalau mahasiswanya bisa dapat magang hanya karena kebetulan pintar atau punya koneksi, itu bukan nilai kampus. Itu keberuntungan individu.
Yang membuat empat nama di atas bisa sampai di posisi itu adalah Enrichment Program, program terstruktur yang memang dirancang sejak awal untuk menjembatani mahasiswa dengan dunia kerja nyata.
Sebelum mahasiswa masuk ke fase magang, ada pembekalan yang serius: persiapan CV, simulasi wawancara, pembekalan profesional, hingga pendampingan dari dosen pembimbing yang terus mendampingi selama proses berlangsung. Jaringan industri yang sudah dibangun SATU University sebagai bagian dari ekosistem BINUS Higher Education membuka pintu ke perusahaan-perusahaan yang tidak mudah ditembus secara individual.
Hasilnya: mahasiswa tidak perlu mencari sendiri dari nol. Mereka masuk ke proses yang sudah dirancang untuk membuat mereka siap dan terhubung.
Tiga Jalur, Satu Tujuan
Enrichment Program di SATU University tidak hanya menawarkan satu jalur. Mahasiswa bisa memilih sesuai arah yang ingin mereka tuju.
Internship untuk yang ingin membangun pengalaman kerja profesional di perusahaan nyata, dengan pendampingan dari kampus dari awal hingga selesai.
Entrepreneurship untuk yang punya ide dan ingin membangunnya menjadi bisnis yang bisa berjalan. Di saat lulusan lain bersaing memperebutkan lowongan, lulusan jalur ini bisa menjadi yang membuka lowongan.
Community Development untuk yang ingin terlibat dalam proyek sosial-teknologi yang berdampak nyata. Kepemimpinan, komunikasi, dan manajemen tim terbentuk di sini, hal-hal yang tidak akan muncul hanya dari mengerjakan tugas kuliah.
Tiga jalur berbeda, tapi satu tujuan yang sama: mahasiswa keluar dari kampus bukan hanya dengan gelar, tapi dengan pengalaman yang bisa mereka ceritakan dan portofolio yang bisa mereka tunjukkan.
Tentang SATU University

SATU University adalah bagian dari BINUS Higher Education, institusi dengan pengalaman lebih dari 44 tahun di dunia pendidikan teknologi Indonesia. Program Computer Science dirancang dengan kurikulum berbasis industri, pembelajaran hybrid, dan pilihan peminatan yang bisa disesuaikan: Software Development, Artificial Intelligence, IoT, Data Science, hingga Mobile Development.
Enrichment Program bukan opsi tambahan. Ini bagian dari rancangan studi yang dipikirkan sejak awal.
Dunia Kerja Tidak Menunggu Wisuda
Rekruter tidak hanya melihat gelar. Mereka melihat apa yang sudah kamu kerjakan. Dan semakin cepat kamu punya pengalaman nyata, semakin besar peluangmu untuk unggul saat lulus nanti.
Empat tahun kuliah adalah waktu yang cukup untuk keluar dengan dua hal sekaligus: ijazah, dan rekam jejak profesional yang sudah terbentuk sebelum wisuda tiba.
Memilih kampus hari ini bukan hanya soal tempat belajar selama empat tahun. Tapi soal seberapa jauh kampus itu membantu kamu membangun pengalaman, portofolio, dan koneksi profesional sebelum kamu benar-benar memerlukannya.
Pelajari lebih lanjut tentang Program Computer Science dan Enrichment Program di SATU University di [satu.ac.id/informatika]
Sumber: LinkedIn Workforce Report, Google-Temasek-Bain e-Conomy SEA Report 2023, Robert Half Technology Salary Guide 2024, data mahasiswa magang SATU University.
Comments :