{"id":391,"date":"2025-05-16T02:58:38","date_gmt":"2025-05-16T02:58:38","guid":{"rendered":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/?p=391"},"modified":"2025-05-14T03:03:08","modified_gmt":"2025-05-14T03:03:08","slug":"mengabadikan-cerita-di-balik-rasa-proses-pembuatan-video-profil-gynna-bakery","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/2025\/05\/16\/mengabadikan-cerita-di-balik-rasa-proses-pembuatan-video-profil-gynna-bakery\/","title":{"rendered":"Mengabadikan Cerita di Balik Rasa: Proses Pembuatan Video Profil Gynna Bakery"},"content":{"rendered":"<p>Di balik aroma harum roti yang baru dipanggang, terdapat kisah perjuangan dan semangat yang layak untuk diceritakan. Gynna Bakery, sebuah UMKM lokal yang telah tumbuh dan berkembang melalui dedikasi dan kerja keras, kini membagikan kisahnya melalui sebuah video profil yang diproduksi secara kolaboratif oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual. Video ini tidak hanya menampilkan produk, tetapi juga menyentuh sisi manusiawi dan inspiratif dari perjalanan bisnis keluarga tersebut. Prosesnya yaitu sebagai berikut.<\/p>\n<ol>\n<li><strong> Penyusunan Konsep dan Storyline<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Proses produksi video dimulai dengan penyusunan konsep dan storyline yang menjadi kerangka utama dari narasi visual. Tahap ini bertujuan untuk menentukan arah cerita yang ingin disampaikan dalam video, dengan fokus utama pada tiga aspek penting:<\/p>\n<ul>\n<li>Proses pembuatan roti dan kue<\/li>\n<li>Dinamika kerja tim di dapur<\/li>\n<li>Kisah inspiratif dari pemilik Gynna Bakery<\/li>\n<\/ul>\n<p>Konsep dikembangkan untuk menciptakan alur cerita yang menyentuh dan informatif. Narasi dibangun tidak hanya untuk menjelaskan \u201capa\u201d yang dilakukan Gynna Bakery, tetapi juga \u201cmengapa\u201d mereka melakukannya yakni untuk memberikan produk terbaik yang dibuat dengan sepenuh hati.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li><strong> Pembuatan Storyboard<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-395\" src=\"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/05\/46.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"179\" \/><\/p>\n<p>Setelah storyline ditetapkan, tim produksi menyusun storyboard yang menggambarkan secara visual setiap adegan dalam video. Storyboard ini mencakup:<\/p>\n<ul>\n<li>Opening scene: Menampilkan judul maksud dan tujuan dari keseluruhan video. Lalu menampilkan eksterior toko dan suasana di dapur bersama keluarga<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-394\" src=\"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/05\/45.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"179\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Middle scene: Proses pembuatan roti, mulai dari menguleni adonan, memanggang, hingga produk jadi dan juga menampilkan kualitas dari roti khususnya roti sisir Gynna Bakery<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-396\" src=\"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/05\/47.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"179\" \/><\/p>\n<ul>\n<li>Closing scene: Menampilkan keseluruhan kegiatan, logo Gynna Bakery, logo DKV dan Logo SATU University<\/li>\n<\/ul>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-393\" src=\"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-content\/uploads\/sites\/7\/2025\/05\/48.png\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"179\" \/><\/p>\n<p>Storyboard\u00a0ini menjadi panduan teknis selama proses syuting berlangsung, sekaligus memastikan setiap momen penting tidak terlewat dan selaras dengan pesan yang ingin disampaikan.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li><strong> Produksi di Lokasi: Menghidupkan Cerita<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Proses pengambilan gambar dilakukan langsung di dapur Gynna Bakery, yang merupakan pusat aktivitas utama. Mahasiswa DKV berperan aktif sebagai tim produksi, yang terbagi dalam beberapa tugas teknis, seperti:<\/p>\n<ul>\n<li>Kameramen yang menangkap momen dengan sudut pengambilan yang menarik dan sinematik<\/li>\n<li>Tim pencahayaan yang mengatur penerangan agar setiap adegan tampak alami dan dramatis<\/li>\n<li>Pengambil suara yang merekam audio ambient, percakapan, serta narasi pemilik secara jernih<\/li>\n<li>Sutradara lapangan yang mengarahkan alur produksi agar sesuai dengan storyboard<\/li>\n<\/ul>\n<p>Seluruh proses dilakukan di bawah bimbingan dosen pembimbing, sehingga menjadi pengalaman belajar langsung di lapangan. Mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan teknis, tetapi juga belajar berkomunikasi dengan klien, bekerja secara kolaboratif, serta menyusun narasi yang kuat dalam media visual.<\/p>\n<ol start=\"4\">\n<li><strong> Elemen Emosional dan Narasi Pemilik<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Salah satu segmen paling penting dalam video ini adalah testimoni dari pemilik Gynna Bakery. Dalam narasi tersebut, pemilik menceritakan bagaimana mereka memulai usaha dari rumah, dengan peralatan sederhana dan modal terbatas, hingga akhirnya berkembang menjadi salah satu UMKM roti lokal yang dipercaya banyak pelanggan.<\/p>\n<p>Narasi ini menjadi poin emosional yang memperkuat daya tarik video. Penonton tidak hanya melihat produk, tetapi juga merasakan semangat, perjuangan, dan kehangatan keluarga di balik bisnis ini.<\/p>\n<ol start=\"5\">\n<li><strong> Editing dan Penyempurnaan<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n<p>Setelah proses pengambilan gambar selesai, video masuk ke tahap editing. Di sinilah semua footage dirangkai menjadi cerita utuh, lengkap dengan musik latar yang menyentuh, transisi yang halus, dan penyisipan teks informatif. Proses ini juga melibatkan revisi berdasarkan masukan dari pihak Gynna Bakery dan dosen pembimbing untuk memastikan hasil akhir sesuai dengan tujuan komunikasi visual.<\/p>\n<p><strong>Penutup: Sebuah Kolaborasi Bernilai Ganda<\/strong><\/p>\n<p>Pembuatan video profil Gynna Bakery bukan sekadar proyek dokumentasi visual, tetapi juga sebuah kolaborasi edukatif yang menghadirkan nilai nyata bagi kedua belah pihak. Bagi Gynna Bakery, video ini menjadi media promosi yang kuat untuk membangun branding dan memperkenalkan diri ke pasar yang lebih luas. Sementara itu, bagi para mahasiswa, ini menjadi pengalaman belajar yang tak ternilai dalam menerapkan teori produksi audio-visual di dunia nyata.<\/p>\n<p>Dengan video ini, Gynna Bakery tidak hanya menyajikan roti dan kue akan tetapi mereka juga menyajikan cerita, nilai, dan semangat UMKM lokal yang menginspirasi.<\/p>\n<p><strong>Untuk hasil video profil lengkap bisa dilihat pada link berikut:<\/strong><br \/>\n<a href=\"https:\/\/www.instagram.com\/reel\/DJlGyDXyfcz\/?utm_source=ig_web_copy_link&amp;igsh=MzRlODBiNWFlZA==\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Video Profile Gynna Bakery<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di balik aroma harum roti yang baru dipanggang, terdapat kisah perjuangan dan semangat yang layak untuk diceritakan. Gynna Bakery, sebuah UMKM lokal yang telah tumbuh dan berkembang melalui dedikasi dan kerja keras, kini membagikan kisahnya melalui sebuah video profil yang diproduksi secara kolaboratif oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual. Video ini tidak hanya menampilkan produk, tetapi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":8,"featured_media":379,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[12,13,34,28,10,24,3,39,35,37,38,23],"class_list":["post-391","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel","tag-bandung","tag-binus","tag-branding","tag-desain-komunikasi-visual","tag-design","tag-design-thinking","tag-dkv","tag-fotografer","tag-logo","tag-video-profile","tag-videografer","tag-visual-communication"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/users\/8"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=391"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":398,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/391\/revisions\/398"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media\/379"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=391"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=391"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/satu.ac.id\/bandung\/dkv\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=391"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}