Pernah merasa uang jajan baru diterima, tetapi beberapa hari kemudian sudah hampir habis? Padahal, kamu merasa tidak membeli sesuatu yang mahal. Uang dipakai untuk makan, membeli minuman, membayar transportasi, nongkrong bersama teman, atau checkout barang yang sedang tren. Tahu-tahu, saldo rekening sudah menipis sebelum waktunya menerima uang jajan berikutnya.

Kalau kamu pernah mengalami hal tersebut, jangan langsung menganggap dirimu boros. Bisa jadi, kamu hanya belum terbiasa mengelola uang dengan baik. Kabar baiknya, ada ilmu yang dapat membantumu memahami ke mana uang pergi, bagaimana mengatur pengeluaran, dan cara merencanakan keuangan dengan lebih bijak. Salah satunya adalah ilmu yang dipelajari di jurusan Akuntansi!

Selama ini, Akuntansi sering dianggap sebagai jurusan yang hanya mempelajari angka, debit-kredit, dan laporan keuangan perusahaan. Padahal, prinsip dasar akuntansi juga dekat dengan kehidupan sehari-hari. Mulai dari mencatat pengeluaran, membuat anggaran, menghitung kebutuhan, hingga mengevaluasi kebiasaan belanja, semuanya berkaitan dengan kemampuan mengelola informasi keuangan.

Buku Financial Accounting For Dummies karya Loughran (2011) memperkenalkan dasar-dasar akuntansi keuangan, termasuk cara memahami transaksi dan informasi keuangan. Sementara itu, Pocket Money Book yang diterbitkan oleh National Centre for Financial Education (NCFE) dapat menjadi bahan pengenalan mengenai pengelolaan uang saku. Kedua sumber tersebut relevan untuk memahami bahwa kebiasaan mengelola uang dapat dimulai dari hal sederhana, bahkan sebelum seseorang memiliki penghasilan sendiri.

Lalu, apa saja ilmu yang bisa kamu pelajari di jurusan Akuntansi dan bagaimana penerapannya untuk mengatur uang jajan? Yuk, simak pembahasannya!

  1. Belajar Mencatat Uang Masuk dan Uang Keluar

Pernah mencoba mengingat kembali uang jajanmu digunakan untuk apa saja selama satu minggu? Mungkin kamu masih ingat pembelian besar, tetapi lupa dengan pengeluaran kecil seperti membeli camilan, kopi, atau membayar parkir. Padahal, jika dilakukan berulang kali, pengeluaran kecil juga dapat menghabiskan cukup banyak uang.

Dalam Akuntansi, pencatatan transaksi merupakan salah satu keterampilan dasar yang dipelajari. Setiap transaksi dicatat agar informasi keuangan dapat ditelusuri dan dipahami. Prinsip ini juga bisa kamu terapkan dalam mengelola uang jajan.

Misalnya, kamu menerima uang jajan sebesar Rp500.000 untuk satu minggu. Kamu bisa mencatat setiap pengeluaran melalui buku catatan, Microsoft Excel, atau aplikasi pencatat keuangan. Catat berapa uang yang digunakan untuk makan, transportasi, kebutuhan kuliah, hiburan, dan tabungan.

Setelah satu minggu, periksa kembali catatan tersebut. Kamu mungkin menemukan bahwa pengeluaran untuk membeli minuman dan camilan ternyata lebih besar daripada perkiraanmu.

Dengan pencatatan sederhana, kamu tidak perlu lagi menebak-nebak ke mana uangmu pergi. Kamu bisa melihat kebiasaan belanja secara lebih jelas dan menentukan bagian mana yang perlu diperbaiki.

 

  1. Belajar Membuat Anggaran agar Uang Tidak Cepat Habis

Mencatat pengeluaran membantu kamu memahami apa yang sudah terjadi. Namun, bagaimana caranya agar uang tidak habis sebelum waktunya? Di sinilah kamu perlu belajar membuat anggaran.

Dalam pembelajaran Akuntansi dan pengelolaan keuangan, anggaran digunakan untuk merencanakan penerimaan serta pengeluaran selama periode tertentu. Dengan anggaran, kamu bisa menentukan batas pengeluaran sesuai jumlah uang yang tersedia.

Contohnya, kamu menerima uang jajan Rp1.000.000 per bulan. Kamu dapat membaginya untuk kebutuhan makan, transportasi, keperluan kuliah, hiburan, dan tabungan. Besar setiap alokasi tentu perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhanmu.

Anggaran bukan berarti kamu tidak boleh bersenang-senang. Justru, anggaran membantu kamu tetap bisa menikmati waktu bersama teman tanpa mengorbankan kebutuhan yang lebih penting.

Ketika mempelajari Akuntansi, kamu akan mengenal cara menyusun anggaran, membandingkan rencana dengan realisasi, serta mengevaluasi penyimpangan. Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip yang sama dapat digunakan untuk memeriksa apakah pengeluaranmu sudah sesuai rencana.

Jadi, kalau uang jajan selalu habis, cobalah bukan hanya mengurangi pengeluaran, tetapi juga merencanakannya sejak awal.

 

  1. Belajar Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Pernah berniat membeli satu barang, tetapi akhirnya membawa pulang tiga barang sekaligus karena ada promo? Situasi seperti ini cukup sering terjadi, terutama ketika kita tergoda diskon, tren media sosial, atau ajakan teman.

Salah satu keterampilan penting dalam mengelola uang adalah menentukan prioritas. Kamu perlu memahami perbedaan antara kebutuhan yang perlu dipenuhi dan keinginan yang masih bisa ditunda.

Misalnya, membeli buku untuk tugas kuliah merupakan kebutuhan, sedangkan membeli aksesori baru karena sedang tren mungkin termasuk keinginan. Namun, kategori tersebut juga bergantung pada situasi dan prioritas masing-masing orang.

Dalam Akuntansi, kamu akan belajar mengidentifikasi dan mengelompokkan transaksi berdasarkan karakteristiknya. Meskipun pengelompokan transaksi akuntansi tidak sama persis dengan membedakan kebutuhan dan keinginan pribadi, kebiasaan mengklasifikasikan informasi dapat membantumu berpikir lebih teratur.

Sebelum membeli sesuatu, coba tanyakan kepada diri sendiri: apakah barang ini benar-benar dibutuhkan, apakah uangnya sudah tersedia, dan apakah pembelian ini akan mengganggu anggaran? Dengan membiasakan diri mengajukan pertanyaan tersebut, kamu dapat membuat keputusan belanja yang lebih bijak.

 

  1. Belajar Menghitung Tabungan dan Merencanakan Tujuan Keuangan

Punya keinginan membeli laptop baru, mengikuti konser, atau berlibur bersama teman? Semua itu bisa menjadi tujuan keuangan yang lebih mudah dicapai jika kamu memiliki rencana.

Misalnya, kamu ingin membeli barang seharga Rp1.200.000 dalam waktu enam bulan. Jika mulai menabung sekarang, kamu perlu menyisihkan Rp200.000 setiap bulan, dengan asumsi tidak ada biaya tambahan.

Perhitungan sederhana tersebut membantumu mengetahui berapa uang yang perlu disisihkan dan berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan.

Di jurusan Akuntansi, kamu akan mempelajari berbagai konsep perhitungan keuangan, pencatatan aset, serta penyusunan laporan yang dapat digunakan untuk memahami kondisi keuangan. Pada tahap pembelajaran yang lebih lanjut, kamu juga dapat mengenal konsep bunga, nilai waktu uang, dan perencanaan keuangan.

Keterampilan ini bukan hanya berguna ketika kamu sudah bekerja. Sejak menjadi mahasiswa, kamu bisa menggunakannya untuk merencanakan pembelian barang, menyiapkan dana pendidikan, atau membangun kebiasaan menabung.

Kuncinya bukan seberapa besar uang yang kamu miliki, melainkan bagaimana kamu merencanakan dan menggunakannya.

  1. Belajar Mengevaluasi Kebiasaan Keuangan

Sudah mencatat pengeluaran dan membuat anggaran, tetapi uang masih sering habis? Jangan buru-buru menyerah. Kamu perlu mengevaluasi apakah rencana yang dibuat sudah sesuai dengan kebiasaan dan kebutuhanmu.

Dalam Akuntansi, informasi keuangan digunakan untuk menilai kondisi dan kinerja selama periode tertentu. Catatan transaksi tidak hanya disimpan, tetapi juga dianalisis agar dapat menjadi dasar pengambilan keputusan.

Prinsip tersebut bisa kamu terapkan dengan mengevaluasi pengeluaran setiap akhir minggu atau bulan. Bandingkan anggaran dengan pengeluaran sebenarnya. Apakah biaya makan lebih besar dari perkiraan? Apakah pengeluaran hiburan terlalu tinggi? Apakah ada biaya yang sebenarnya bisa dikurangi?

Sebagai contoh, kamu menganggarkan Rp150.000 per bulan untuk membeli minuman, tetapi realisasinya mencapai Rp300.000. Selisih Rp150.000 tersebut dapat menjadi bahan evaluasi. Kamu tidak harus berhenti membeli minuman favorit, tetapi bisa menentukan batas pengeluaran yang lebih realistis.

Kebiasaan mengevaluasi keuangan akan membantumu memahami pola pengeluaran dan memperbaiki keputusan pada periode berikutnya. Dengan begitu, kamu tidak hanya belajar mengatur uang, tetapi juga membangun kebiasaan berpikir kritis dan disiplin.

 

  1. Belajar Menggunakan Teknologi untuk Mengelola Keuangan

Mengatur uang sekarang tidak harus dilakukan menggunakan buku catatan. Kamu dapat memanfaatkan teknologi untuk mencatat transaksi, membuat anggaran, dan memantau tabungan.

Salah satu alat sederhana yang bisa dipelajari adalah Microsoft Excel. Kamu dapat membuat tabel uang masuk dan uang keluar, menggunakan rumus untuk menjumlahkan pengeluaran, serta membuat grafik untuk melihat kategori belanja terbesar.

Keterampilan tersebut juga berkaitan dengan pembelajaran Akuntansi modern yang memanfaatkan perangkat lunak dan sistem informasi untuk mengolah data keuangan.

Misalnya, kamu membuat tabel dengan kolom tanggal, keterangan, kategori, pemasukan, pengeluaran, dan saldo. Setiap kali melakukan transaksi, kamu tinggal memperbarui catatan. Pada akhir bulan, kamu bisa melihat total pengeluaran sekaligus mengetahui berapa uang yang berhasil disisihkan.

Selain bermanfaat untuk mengatur uang jajan, kemampuan mengolah data menggunakan Excel dapat menjadi bekal untuk mengerjakan tugas kuliah, mengelola organisasi, menjalankan bisnis kecil, dan memasuki dunia kerja.

Dengan demikian, belajar Akuntansi juga memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan digital yang dapat diterapkan dalam berbagai situasi.

 

Jadi, Apakah Jurusan Akuntansi Cocok untuk Kamu?

Kalau kamu tertarik memahami bagaimana uang dikelola, suka mengolah data, ingin memahami cara kerja bisnis, atau penasaran mengapa uang bisa cepat habis, jurusan Akuntansi bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik untuk dipertimbangkan.

Kamu tidak harus sudah mahir menghitung atau menguasai rumus Excel sebelum masuk kuliah. Berbagai keterampilan tersebut dapat dipelajari secara bertahap melalui materi perkuliahan, latihan soal, studi kasus, dan praktik menggunakan aplikasi akuntansi.

Lebih dari sekadar belajar debit dan kredit, Akuntansi mengajarkan cara mencatat informasi, menyusun anggaran, memahami kondisi keuangan, dan menggunakan data untuk mengambil keputusan. Kemampuan ini dapat berguna dalam kehidupan pribadi maupun profesional.

 

Daftar Pustaka

Loughran, M. (2011). Financial accounting for dummies. Wiley Publishing. https://repo.darmajaya.ac.id/4548/1/Financial%20Accounting%20For%20Dummies%20by%20Maire%20Loughran%20%28z-lib.org%29.pdf

National Centre for Financial Education. (n.d.). Pocket money book. https://ncfe.org.in/wp-content/uploads/2023/12/Pocket-Money-Book.pdf