POV: kamu akhirnya masuk kuliah jurusan Akuntansi. Hari pertama sudah membayangkan akan bertemu tumpukan buku, kalkulator, angka-angka, dan tugas yang bikin pusing.

Tapi ternyata… nggak seserius itu.

Kuliah Akuntansi memang tetap punya angka, jurnal, laporan keuangan, dan berbagai konsep yang perlu dipahami. Tapi cara belajarnya tidak selalu duduk diam, mencatat, lalu mengerjakan soal sampai selesai. Justru, semakin berkembangnya dunia pendidikan dan dunia kerja, mahasiswa dituntut untuk belajar dengan cara yang lebih aktif, kolaboratif, dan dekat dengan kehidupan nyata.

Bayangkan kamu tidak hanya belajar bagaimana membuat laporan keuangan, tetapi juga berdiskusi dalam kelompok, mempresentasikan hasil analisis, menyelesaikan studi kasus bisnis, menggunakan software, mengolah data, bahkan mencari solusi dari masalah yang mungkin benar-benar terjadi di perusahaan.

Jadi, kalau kamu membayangkan anak Akuntansi hanya duduk menghitung angka dari pagi sampai sore, plot twist-nya: tidak selalu begitu.

Ada kalanya kamu harus menjadi “detektif” ketika menemukan angka yang tidak sesuai. Ada kalanya kamu harus menjadi “konsultan” ketika diminta memberikan solusi atas masalah keuangan sebuah bisnis. Ada juga saatnya kamu harus menjadi presenter ketika menjelaskan hasil analisis di depan kelas.

Bahkan teknologi membuat cara belajar dan bekerja di bidang akuntansi semakin menarik. Perkembangan teknologi dan meningkatnya ancaman digital membuat dunia bisnis membutuhkan orang-orang yang tidak hanya memahami keuangan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan teknologi dan perubahan. Laporan tentang perkembangan ancaman siber menuju 2030, misalnya, menunjukkan bahwa teknologi membawa peluang sekaligus risiko baru bagi organisasi.

Artinya, belajar Akuntansi hari ini bukan hanya soal “bisa menghitung”, tetapi juga soal bagaimana kamu bisa berpikir kritis, menggunakan teknologi, bekerja sama, berkomunikasi, dan beradaptasi dengan situasi yang terus berubah.

Dan jangan khawatir kalau kamu merasa belum jago semuanya sejak awal. Kuliah memang tempat untuk belajar. Kamu tidak harus sudah mahir Excel, memahami laporan keuangan, atau mengerti software akuntansi sebelum masuk kuliah. Yang lebih penting adalah punya rasa ingin tahu dan kemauan untuk berkembang.

 

Karena kehidupan mahasiswa juga bukan cuma soal tugas dan nilai. Kamu akan bertemu teman baru, mengikuti organisasi atau kegiatan kampus, mencoba berbagai pengalaman, dan mungkin menemukan kemampuan baru yang sebelumnya tidak kamu sadari.

Penelitian tentang pengalaman mahasiswa yang berhenti kuliah menunjukkan bahwa keberhasilan mahasiswa tidak hanya dipengaruhi oleh persoalan akademik, tetapi juga dukungan, lingkungan sosial, kondisi pribadi, dan rasa terhubung dengan kehidupan kampus.

Jadi, masuk jurusan Akuntansi bukan berarti hidupmu akan berubah menjadi kumpulan angka dan rumus.

Kamu tetap bisa berdiskusi, berkreasi, bekerja dalam tim, menggunakan teknologi, mengikuti kegiatan kampus, membangun relasi, bahkan menemukan passion yang sebelumnya tidak pernah kamu bayangkan.

Dan mungkin, setelah beberapa semester, kamu akan menyadari satu hal:

“Ternyata Akuntansi bukan cuma tentang angka. Ternyata aku juga belajar cara berpikir, cara bekerja, dan cara menghadapi dunia nyata.”

Jadi kalau sekarang kamu sedang memilih jurusan kuliah dan masih berpikir bahwa Akuntansi itu terlalu serius, terlalu rumit, atau hanya cocok untuk orang yang jago matematika…

Coba lihat lagi dari perspektif yang berbeda.

Karena bisa jadi, jurusan yang kamu kira paling serius justru memberikan pengalaman belajar yang paling beragam.

POV: Kamu masuk Akuntansi. Awalnya takut ketemu angka. Lama-lama malah ketemu banyak peluang.

 

Daftar Pustaka

Kauser, S., Yaqoob, S., Cook, A., O’Hara, M., Mantzios, M., & Egan, H. (2021). Learning from the experiences of Black, Asian and Minority Ethnic (BAME) university students who withdraw from their undergraduate degree. SN Social Sciences, 1, Article 121. https://doi.org/10.1007/s43545-021-00115-8

NATO Cooperative Cyber Defence Centre of Excellence. (2020). Cyber threats and NATO 2030: Horizon scanning and analysis. NATO CCDCOE.

Western Carolina University. (2021). Imagine magazine 2021. Western Carolina University.